Populasi Berkurang 10 Persen Tiap Tahun, Harimau dan Gajah Sumatera Terancam

Populasi Berkurang 10 Persen Tiap Tahun, Harimau dan Gajah Sumatera Terancam

Tya Eka Yulianti - detikNews
Minggu, 02 Agu 2015 15:56 WIB
Populasi Berkurang 10 Persen Tiap Tahun, Harimau dan Gajah Sumatera Terancam
Ilustrasi (Foto: Chaidir Tanjung/dok detikcom)
Bandung - Organisasi konservasi lingkungan WWF melansir bahwa selama 40 tahun terakhir, populasi hewan di bumi termasuk juga di Indonesia telah berkurang hingga separuhnya. Di Indonesia, spesies seperti Harimau Jawa dan Harimau Bali termasuk dalam daftar kepunahan selama 40 terakhir tersebut.

Dan yang saat ini terancam punah karena populasinya terus menurun tiap tahunnya yaitu Harimau dan Gajah Sumatera.

Hal itu disampaikan CEO WWF Indonesia Efriansyah dalam acara Media Gathtering WWF Indonesia di Eco Learning Camp, Jalan Dago Pakar Barat Bandung, Minggu (2/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil Living Planet Report (LPI) tahun 2014 menunjukkan sekitar 10 ribu jenis hewan vertebrata, mamalia, amfibi dan hewan lainnya sudah hilang separuhnya selama 40 atau kurang dari 2 generasi. Artinya planet kita saat ini mengalami degradasi," ujar Efriansyah.

Ia mengatakan hilangnya populasi hewan-hewan tersebut membuat kita serta generasi penerus selanjutnya tidak akan mengenal sejumlah hewan yang kini telah punah.

"Di Indonesia juga kondisinya sama. Jenis yang hilang selama 40 tahun itu diantaranya adalah Harimau Jawa dan Harimau Bali. Bahkan gambarnya saja kita tidak punya," mirisnya.

Hilangnya populasi sejumlah spesies hewan tersebut dijelaskan Efriansyah karena kerusakan lingkungan seperti pembukaan lahan hutan. Di Indonesia, pembukaan lahan hutan dalam setahun rata-rata setengah juta hektar dibuka baik legal maupun ilegal.

Hal itu menjadi salah satu penyebab terus menurunnya populasi hewan yang habitatnya ada di hutan. Seperti yang saat ini terancam yaitu jenis Harimau dan Gajah Sumatera.

"Harimau dan Gajah Sumatera populasinya turun 10 sampai 20 persen setiap tahunnya. Kalau hutan dibuka terus, habitat mereka terus terancam. Jangan sampai nasibnya seperti Harimau Jawa dan Bali," tutur Efriansyah. (tya/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads