"Saya mendengar dan disinyalir ada peninjau yang disusupkan partai politik menjadi peserta. Jumlahnya ratusan untuk mempengaruhi forum dalam muktamar," kata Andi kepada wartawan di media center SMAN 1 Jombang, Minggu (2/8/2015).
Andi menuturkan, partai yang diduga sengaja menyusupkan orang-orang suruhan itu adalah PKB. Partai yang saat ini dipimpin Muhaimin Iskandar itu disinyalir memiliki andil cukup besar untuk memenangkan calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU incumbent, yakni Mustofa Bisri dan Said Aqil Siradj.
"Partai itu kan punya kepentingan, akan tetapi yang sopan lah. NU ini milik semua, memangnya NU hanya milik PKB, ya endak bisa. Orang PPP, Golkar, PDIP ada di NU, tapi sopan-sopan," kata Andi yang berada di kubu Salahuddin Wahid sebagai Caketum PBNU itu.
Selain Said Aqil Siradj, terdapat 3 nama ulama lainnya yang mencalonkan diri menjadi Ketum PBNU. Di antaranya Salahudin Wahid alias Gus Solah, Asad Ali, dan Muhammad Adnan.
Sementara Gus Solah pada kesempatan yang sama membenarkan adanya intrik-intrik politik untuk memenangkan calon tertentu. Salah satunya berupa pemaksaan mekanisme AHWA oleh panitia terhadap peserta untuk diberlakukan dalam muktamar kali ini.
"Kita harus kedepankan akhlak karimah, NU didirikan oleh ulama yang ilmunya tinggi dan ulama yang ikhlas. Jangan kita kotori dengan praktik yang tidak sesuai ajaran Islam. Seperti money politik," tandasnya.
(erd/erd)











































