Mendes Berharap Muktamar NU Juga Bahas Program Pembangunan Desa

Muktamar NU ke-33

Mendes Berharap Muktamar NU Juga Bahas Program Pembangunan Desa

M. Rizal - detikNews
Minggu, 02 Agu 2015 11:14 WIB
Mendes Berharap Muktamar NU Juga Bahas Program Pembangunan Desa
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pada pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Timur diharapkan bisa memberikan atmosfir semangat membangun desa. Karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berharap para muktamirin yang akan hadir membahas program pemerintah dalam memajukan pedesaan di Indonesia.

"Saya sebagai Menteri Desa dan kader NU tentu sangat berharap Muktamar ini menjadi momentum untuk menyatukan semangat andil warga NU dalam upaya pembangunan desa yang menjadi salah satu tugas di Kemendesa," ungkap Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar kepada detikcom, Minggu (2/8/2015).

Marwan juga mengatakan, selain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat membangun desa, pada Muktamar NU kali ini juga untuk menyatukan kembali ikhtiar NU sebagai organisasi yang lebih mengedepankan musyawarah dan toleransi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini perlu direfleksikan kembali di acara yang melibatkan kader NU dari berbagai tingkatan tersebut, agar NU bisa istiqomah dalam menjaga keharmonisan antar ummat," ujarnya.

Menurut Marwan, warga NU sangat penting menjaga dan meningkatkan dua hal tersebut. Sebab, keduanya merupakan modal dasar dalam membangun Indonesia yang Rahmatan Lil Alamin.

"Percuma kita membangun desa, tapi masyarakatnya masih terlalu kaku dalam menerima pendapat orang lain, keyakinan umat agama lain. Inilah tugas kita (NU) bersama, bagaimana agar ke depan tidak ada lagi masyarakat desa yang mempersoalkan perbedaan," kata Marwan.

Dengan sikap intoleransi yang masih terjadi berbagai daerah, Marwan menegaskan, betapapun semangat membangun desa terus kita lakukan, akan sulit maju dan berkembang. Karena intoleransi sangat rentan diprovokasi yang berujung pada kerusuhan.

"Kita ambil contoh kasus kerusuhan antar umat beragama terakhir yang terjadi di Kabupaten Tolikata Papua beberapa pekan lalu. Sekali lagi, ini harus kita jadikan refleksi bersama, agar kedepan hal demikian tidak terjadi lagi di daerah atau desa yang lain," terangnya.

Karena itu, lanjut Marwan, warga NU harus senantiasa menjaga sikap toleransi dan kekeluargaan seperti yang diajarkan para Masyayikh pendahulu, sehingga NU tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Dengan tetap istiqomah dalam bersikap toleran, dan semangat berkontribusi membangun desa. Saya yakin NU akan tetap menjadi organisasi keagamaan yang akan disegani dan dihormati," ujarnya.

(zal/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads