Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Danny ini menceritakan hubungannya yang dekat dengan Muhammadiyah karena dahulu sang ibu merupakan kader tulen Aisyiah, sementara ayahnya seorang kader NU. Sehingga dengan dirinya sudah terbiasa dengan para kader Muhammadiyah serta NU.
"Saya lahir dari keluarga NU dan Muhammadiyah, Ibu saya seorang kader Muhammadiyah tulen sedangkan Ayah saya juga kader dari Nahdathul Ulama (NU). Sehingga saya dan Muhammadiyah memiliki kedekatan emosional," ujar Danny yang berlatar belakang arsitek ini di kediamannya, Jalan Amirullah, Sabtu (1/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Makassar banyak makanan khas dan yang di sesuaikan berdasarkan waktu. Jam 7 pagi di Makassar kita bisa menikmati songkolo, jam 8 hingga jam 10 pagi Nasi kuning dan jam 13 00 hingga 15 00 waktunya menikmati coto Makassar " kata Walikota Makassar ini
Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Wali Kota Makassar beserta jajarannya dan seluruh warga karena telah disambut dengan sangat baik di kota Daeng ini dalam rangka muktamar ke 47.
"Terima kasih pak Walikota beserta jajaran dan seluruh masyarakat Makassar, atas keramah-tamahannya menyambut kedatangan para delegasi dan penggembira Muktamar," ucap Din.
Dalam jamuan makan malam ini, para rombongan muktamar Muhammadiyah juga di sajikan cemilan khas Makassar Bikangdoang, Sanggara Unti dan Lame Kayu selain makanan khas lainnya. Tidak ketinggalam, dalam kesempatan tersebut tuan rumah Walikota Makassar juga menyuguhkan Sarabba, minuman khas Makassar yang terbuat dari jahe. (mna/imk)











































