Hal itu disampaikan Sinta saat melihat pameran foto-foto Gus Dur di Rumah Belajar MEP Jombang, Sabtu (1/8/2015). Menurutnya, selama ini para pimpinan NU kurang memperhatikan kepentingan umat. Mereka terlena dengan perebutan kekuasaan yang berujung pada munculnya perpecahan di kubu NU sendiri.
"Saya berharap sebagai pemimpin NU yang dipikirkan bukan hal lain selain umat. Karena selama ini umat terpecah-pecah," kata Sinta yang didampingi putri pertamanya, Alissa Wahid.
Lantas siapa sosok yang diidamkan keluarga Gus Dur untuk memimpin NU ke depan? Menjawab pertanyaan itu, Sinta enggan menyebutkannya secara gamblang. Hanya saja dia bercerita tentang pengalamannya bersama Gus Dur menjelang akhir hayatnya.
Kala itu, lanjut Sinta, dia pernah diajak suaminya yang juga mantan Ketua Umum PBNU era Orde Baru berkunjung ke Ponpes Raudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah untuk bertemu dengan pengasuhnya, Mustofa Bisri alias Gus Mus. Saat itu, Gus Dur menitipkan organisasi NU agar dipimpin oleh Gus Mus yang menjabat Ketua Rais Aam menggantikan almarhum Sahal Mahfudz itu 2014-2015.
"Saya tidak membuka (nama calon Rais Aam) sebelum mereka memilihnya. Gus Dur sebelum wafat mengajak saya ke Rembang, beliau mengatakan aku ingin menitipkan NU ke Gus Mus," ungkapnya.
Muktamar NU ke 33 di Kabupaten Jombang akan dibuka malam nanti, pukul 20.00 WIB. Sampai saat ini, baru ada 4 nama kandidat Ketua Umum NU yang telah mengemuka. Di antaranya Salahudin Wahid, Said Aqil Siradj, Ahmad Adnan, dan Asad Ali.
Namun demikian, hingga petang ini jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 5.000 lebih baru 75 persen yang sudah mendaftar di GOR Merdeka Jombang. (imk/imk)











































