Saat kejadian, Kartika tidak sedang berada di rumahnya di Jalan Gombel Permai IX nomor 216 A, Semarang. Pengusaha peralatan dapur itu sedang menghadiri acara pernikahan di Bali. Ia mengaku kaget mendengar informasi tersebut dan bermaksud langsung pulang sore ini.
"Saya kaget mendengar itu, ini saya langsung pulang Semarang," kata Kartika saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (1/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum lama ini saya memecat karyawan di kantor, dia punya catatan kriminal. Tapi saya serahkan ke polisi yang menangani," tandasnya.
Diketahui peristiwa penembakan diperkirakan terjadi pagi tadi, namun kerusakan baru diketahui oleh sopir pribadi Kartika, Senin Suprapto (41) sekira pukul 09.30. Saat itu Senin terkejut melihat dua lubang bekas peluru di bagian belakang dan kiri belakang mobil saat sedang membersihkannya.
Selain di mobil, lubang juga terdapat di kaca rumah. Anggota Polsek Banyumanik dan tim Inavis melakukan olah TKP setelah menerima laporan tersebut. Ada dua proyektil kecil peluru berwarna kuning dan abu-abu yang diamankan polisi.
"Saksi-saksi sementara tidak ada yang melihat orang lewat mencurigakan. Suara letusan juga belum ada yang memberikan informasi itu," kata Kapolsek Banyumanik, Kompol Kristanto kepada detikcom.
Saat kejadian ada adik Kartika, pembantu, dan sopir. Namun mereka sama sekali tidak mendengar letusan tembakan sehingga baru diketahui siang hari.
"Pemilik akan kami mintai keterangan, tapi sekarang masih di Bali," tandasnya. (alg/aan)











































