KH Said Aqil: Kiai Sepuh Wajib Dihormati, Tidak Tepat Diadu-adu

Muktamar ke-33 NU

KH Said Aqil: Kiai Sepuh Wajib Dihormati, Tidak Tepat Diadu-adu

Idham Kholid - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2015 15:19 WIB
KH Said Aqil: Kiai Sepuh Wajib Dihormati, Tidak Tepat Diadu-adu
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jombang - Sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam mekanisme pemilihan Rais Aam Nahdlatul Ulama masih menjadi perdebatan baik di kalangan elite NU maupun warga Nahdliyyin. Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj mengatakan, penggunaan AHWA merupakan bentuk penghormatan untuk para Kiai Sepuh NU.

"Kami berkewajiban menghormati kiai sepuh NU yang tidak tepat dipilih dengan voting dan diadu-adukan. Maka kita sudah sepakat sama munas untuk muyawarah. Putusan ini jauh sebelum muktamar dan ini wasiatnya Kiai Sahal. Kalau bukan NU sendiri membentengi Kiai, siapa lagi," kata Said di Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2015).

Saat disinggung berapa persen peserta muktamar atau muktamirin yang menolak sistim AHWA, Said mengaku belum mengetahui dan tidak mau ikut campur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kita lihat berapa persen dalam rapat pleno, itu urusan syuriah, berapa persen yang menolak. Saya tidak ikut campur," ujarnya.

Said sendiri membantah bahwa peserta Muktamar NU ke-33 yang tidak setuju dengan sistim ahlul halli wal aqdi (AHWA) tidak dapat mengikuti sidang pleno. Said menegaskan, semua Muktamirin dapat mengikuti sidang.

"Masuk, semua masuk," kata Said.

"Laporan yang tadi malam, yang suka atau yang tidak suka AHWA, semua masuk, diberikan IDnya, semua bisa mengikut sidang," tegas KH Said. (mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads