Komisi I Desak Presiden SBY Segera Ganti Panglima TNI
Rabu, 23 Feb 2005 18:02 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua Komisi I DPR Effendy Choirie mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengganti Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Pasalnya Endriartono sudah berkali-kali menyatakan pengunduran diri sebagai Panglima TNI."Panglima TNI Jenderal Endriatono Sutarto kan sudah berkali-kali minta mundur. Jadi presiden harus mengganti dia," kata Effendy Choirie kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2005).Effendy juga mengharapkan Presiden SBY menunjuk Jenderal Ryamizard Ryacudu sebagai calon Panglima TNI. "Karena kalau tidak Ryamizard maka akan banyak problem yang muncul," kata Effendy.Pertama, jelas Effendy, Ryamizard pernah dicalonkan oleh Presiden Megawati sebagai Panglima TNI dan sudah diproses DPR. Dan ini memiliki dampak psikologis di tubuh TNI AD karena dia sudah menjadi tokoh yang diajukan tapi justru tidak diangkat-angkat. Kedua akan memperburuk hubungan pribadi SBY dengan Ryamizard. "Ryamizard secara pribadi sudah memenuhi syarat dan bahkan sudah sempat diajukan. Ini bisa menjadi bahaya laten untuk pemerintah kalau Ryamizard tidak ditunjuk sebagai Panglima TNI. Apalagi dia memang mengakat di TNI AD. Toh tak ada ruginya kalau Ryamizard jadi Panglima TNI," papar Effendy.Namun jika presiden mengajukan nama-nama kepala staf yang baru sebagai calon Panglima TNI, Komisi I tidak bisa menolak. "Itu kan kewenangan presiden. Tapi saya kira lebih fair jika mereka dikasih pekerjaan dulu selama satu tahun atau dua tahun. Baru lah mereka diberikan kompetisi untuk menjadi Panglima TNI," ujar Effendy.Tentang lambannya Presiden SBY menunjuk Panglima TNI pengganti, Effendy menduga ini karena pengaruh orang-orang di sekitarnya. "Saya melihat lingkaran inti presiden yang tidak menghendaki Pak Ryamizard jadi Panglima TNI," demikian Effendy Choirie.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































