"Ya saya kira itu sudah selalu dibicarakan ISIS terus itu karena masing-masing kita menghadapi suatu gejala yang sama itu ISIS," ujar JK kepada wartawan di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015).
"Tetapi lebih berat di Turki daripada di sini," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama karena kita negara jarak beda jauh jadi lebih kepada sistemnya dan informasi intelejen harus. Juga bagaimana orang Indonesia diawasi di sana," kata dia.
Selain itu, Erdogan juga memuji cara-cara penyelesaian konflik di Indonesia. Bahkan menurut JK, Erdogan banyak belajar dari Indonesia.
"Kita juga bicara tentang bagaimana perdamaian masing-masing, seperti bagaimana di Aceh. Dia pelajari bagaimana menyelesaikan konflik di Aceh dan juga tentu sebagai bahan untuk penyelesaian mereka di sana," terangnya sambil tersenyum.
Sebelum ini, Presiden Joko Widodo meminta ke depan ada kerjasama di bidang intelijen. Sebab Jokowi mengakui banyak WNI yang terlibat kelompok ISIS yang masuk ke Suriah melalui Turki.
Menurut Jokowi, salah satu bentuk kerjasama yang bisa dilakukan adalah tuker menukar informasi dari intelejen masing-masing negara.
"Ya kita kan tahu bahwa banyak dari sini yang menuju ke Suriah itu lewat Turki. Oleh sebab itu, tadi kita juga minta agar ada kerjasama intelijen, kerjasama informasi dan kita juga minta ada nanti yang kita tempatkan disana," jelas Jokowi di Istana Negara, Jumat (31/7) lalu. (aws/dra)











































