Para anggota pramuka ini memiliki berbagai keahlian khusus. Salah satu yang harus mereka kuasai adalah kemampuan berbahasa Inggris. Namun demikian, banyak juga peserta yang juga menguasai berbagai bahasa asing lain seperti Bahasa Jepang, Arab, Mandarin, Jerman dan Perancis.
Mereka ada yang belajar di sekolah, ada yang mengikuti les khusus hingga belajar secara otodidak. Seperti Wahidatun (15), yang mahir berbahasa Jepang karena ketertarikannya pada anime.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tentu memudahkan ia saat berkomunikasi di Jepang. Sebab seperti kita ketahui, banyak masyarakat Jepang yang tak mahir berbahasa Inggris. Mereka selalu menggunakan bahasa Jepang saat berbincang dengan siapapun, sehingga tak jarang lawan bicaranya kebingungan.
"Alhamdulillah kemampuan saya sangat membantu di sini," ujar perempuan yang merupakan perwakilan kontingen dari Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur ini.
Selain untuk berkomunikasi sehari-hari, kemampuan berbahasa Jepangnya itu ia manfaatkan juga untuk mempromosikan Indonesia sehingga mereka lebih mudah memahaminya. (kff/aan)











































