"Intinya kita serahkan sepenuhnya pada proses Muktamar ya, kita tak bisa ikut-ikut. Tapi, partai politik saja sudah tobat-tobat menggunakan cara voting, karena tidak menghasilkan yang terbaik, yang terbaik adalah musyawarah," kata Imin saat ditanya wartawan di Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, Sabtu (1/7/2015).
"Semua perbedaan hendaknya dimusyawarahkanlah sampai tuntas, karena PDIP, PKB, Gerindra itu semua hampir setiap event Muktamar Kongres sudah pada tingkat demokrasi internal, menghindari voting," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Muktamar Jombang ini harus jadi momentum untuk NU lebih modern dan High tech lagi bagi pengelolaan organisasi di bawah. Saya berencana pasca Muktamar ini mendorong semua yang memiliki kelebihan baik DPRD dan para menteri untuk mendesain kantor-kantor NU di luar pulau jawa dengan teknologi yang lebih baik," ujarnya.
"Jadi pusat-pusat pembangunann, partner dengan pemerintah, dua hari yang lalu saya ketemu Pak Jokowi juga saya sampaikan bahwa saatnya NU menjadi penopang percepatan pembangunan, dan Pak Jokowi sangat berharap NU bisa membantu pemerintah untuk bisa mendorong percepatan pembangunan," sambungnya.
"Lalu, apakah kehadiran Cak Imin di Jombang salah satu bentuk dukungan kepada KH Said Aqil Siraj?" tanya wartawan lagi.
"Nggak, di sini kan rumah saya, pulang kampung saja, mendukung mensukseskan muktamar ini, kita tidak ikut-ikutlah," jawabnya. (idh/dra)











































