"Ya tentu berbicara panjang lebar tentang mempererat kembali hubungan ekonomi bagaimana kita buka hubungan perdagangan yang lebih tinggi lagi," ujar JK kepada wartawan di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2015).
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup sekitar 30 menit itu, mereka juga membicarakan soal rencana pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Ini merupakan tindaklanjut dari permintaan Presiden Jokowi yang menekan perlunya peremajaan Alutsista.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK telah menunjuk perusahaan industri dan manufaktur yang memproduksi senjata untuk militer, PT Pindad (Persero). Sementara itu, dia mengaku belum mengetahui lebih lanjut dengan industri apa asal Turki untuk merealisasikan rencana pengadaan moderinisasi Alutsista.
"Saya belum tahu. Tentu harus dibicarakan. Dua-duanya join venture," kata JK.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan dirinya sempat membahas kerjasama di bidang peralatan militer saat bertemu dengan Endogen. "Kerjasama di industri militer, pembuatan kapal-kapal kecil ini akan segera kita konkretkan, juga pembangkit listrik tenaga gas ini juga segera dikonkritkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jumat (31/7) lalu. (aws/dra)











































