Dalam pelepasan yang dihadiri sekitar 2000-an peserta yang memakai kostum beraneka ragam dan pertunjukan drumband, Din menyebutkan pawai ta'aruf merupakan bagian dari kecintaan warga Muhammadiyah pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pawai yang merupakan rangkaian Muktamar merupakan bentuk penanaman nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme warga Muhammadiyah.
"Kita bisa lihat kecintaan kita kepada tanah air dengan lahirnya pahlawan pejuang kemerdekaan, salah satu diantaranya Jenderal Sudirman," kata Din dalam pidatonya, Sabtu (1/8/2015).
Sementara menurut Syahrul, pelaksanaan Muktamar diharapkan menghadirkan kekuatan dakwah, pendidikan syariah yang menjadi kekuatan moral bangsa.
"Dipilihnya muktamar di Sulsel bukti barometer daerah ini pengembangan syariahnya bagus, kita harus syukuri itu," pungkas Syahrul yang juga berlatar belakang kader Muhammadiyah tersebut. (mna/dra)











































