"Presiden Erdogan menyampaikan perlunya reformasi PBB," kata Fadli usai pertemuan dengan Erdogan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
Dia mengatakan dunia tak bisa ditentukan hanya lima negara yang statusnya sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB yaitu AS, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis. Namun, negara lain perlu juga bergerak untuk memberikan kontribusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi saat ini menurut Fadli berbeda dengan tahun 1945 saat pembentukan Dewan Pengamanan PBB. Sekarang, sudah banyak negara maju dengan kemampuan negara yang berbeda.
Hal ini yang menjadi alasan perlunya reformasi tersebut.
"Oleh karena itu harus ada reformasi di dewan keamanan PBB untuk mengakomodasi semua perubahan di area global saat ini," tuturnya.
(hat/fdn)











































