Pendaftaran Peserta Muktamar NU Sempat Ricuh

Pendaftaran Peserta Muktamar NU Sempat Ricuh

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 19:42 WIB
Pendaftaran Peserta Muktamar NU Sempat Ricuh
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Kericuhan terjadi di tempat pendaftaran peserta muktamar (muktamirin) di GOR Merdeka, Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7/2015) petang. Tanpa alasan yang jelas, ratusan peserta yang hendak mendaftar dilarang masuk oleh Banser yang menjaga keamanan di lokasi.

Kondisi itu diperparah dengan kurang siapnya panitia menyambut pendaftar sebab tempat pendaftaran sangat sempit untuk menampung ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
 
Kericuhan terjadi saat ratusan peserta muktamar dari NTT dihalangi masuk oleh sejumlah anggota Banser yang berjaga di depan pintu ruang pendaftaran. Pelarangan yang tanpa alasan itu memicu emosi para muktamirin.

Ditambah lagi, seorang ulama yang dituakan sekaligus Rais Syuriah PWNU di NTT, Abdul Kadir Makarim ditarik oleh sejumlah Banser di halaman GOR Merdeka Jombang.
 
"Kami tidak terima kiai sepuh kami ditarik-tarik, kiai kami dilecehkan sampai kancing bajunya terlepas dan sorbannya terjatuh. Kami sampai mati kiai kami tidak boleh diganggu gugat," kata anggota PCNU Kabupaten Ende, NTT, Dewa kepada wartawan di lokasi.
 
Aksi saling dorong antara Banser dan muktamirin terjadi di depan pintu masuk ruang pendaftaran. Adu mulut antara panitia dengan para peserta pun tak terhindarkan. Terlihat sejumlah anggota kepolisian yang berada di lokasi berusaha meredam amarah kedua kubu.
 
Menurut Dewa, pihaknya juga tak mengerti alasan panitia melarang rombongan peserta dari NTT masuk ke dalam ruang pendaftaran. Padahal segala persyaratan telah mereka penuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria bertubuh tinggi ini juga menyayangkan kesiapan panitia yang kurang maksimal. Itu terlihat dari akses masuk ke dalam ruang pendaftaran yang hanya satu pintu. Padahal jumlah peserta muktamar dari seluruh Indonesia mencapai ribuan orang dan mulai berdatangan untuk mendaftar.
 
"Kami jauh-jauh dari NTT, penerbangan berhari-hari menunggunya kenapa panitia hanya menyediakan tempat pendaftaran yang sangat sempit. Padahal ini se Indonesia," ujarnya.
 
Ruwetnya proses pendaftaran juga dirasakan peserta muktamar dari PCNU Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Apabila peserta dari NTT dilarang masuk oleh panitia, peserta dari Bau-bau yang berjumlah 5 orang justru diwajibkan hadir semua ke ruang pendaftaran.
 
"Saya mewakili seluruh anggota saya, tetapi tidak diterima (panitia pendaftaran). Alasannya semua anggota harus hadir," ujar Ketua PCNU Kota Bau-bau, Saifudin.
 
Akibat kebijakan panitia pendaftaran yang tidak jelas, lanjut Saifudin, pihaknya harus menunggu kehadiran 4 perwakilan PCNU Kota Bau-bau lainnya yang sudah berada di Ponpes Tebu Ireng sejak, Rabu (29/7) ke lokasi pendaftaran.
 
"Kita minta kalau bagus ini panitia, maka panggillah perwakilannya. Seharusnya yang dipanggil ketua PC dengan Raisnya, tidak perlu semua harus hadir disini. Sudah kami jelaskan, namun panitia memaksa," tuturnya.
 
Kericuhan mereda setelah panitia pendaftaran peserta muktamar melunak. Mereka mengizinkan peserta untuk masuk ke dalam ruang pendaftaran dengan cara bergantian.
 
Muktamar NU ke 33 digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur 1-5 Agustus. Sesuai jadwal semula, para peserta muktamar wajib hadir hari ini untuk mendaftar ke panitia di GOR Merdeka Jombang.

Sejauh ini ribuan peserta telah tiba di Kota Santri dan mulai menempati penginapan yang disediakan panitia di 4 pondok pesantren. (fdn/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads