Ahok Ingin Remajakan Kopaja-Kopami Jadi Bus Single TransJ

Ahok Ingin Remajakan Kopaja-Kopami Jadi Bus Single TransJ

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 18:36 WIB
Ahok Ingin Remajakan Kopaja-Kopami Jadi Bus Single TransJ
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ingin meremajakan Kopaja-Kopami yang mengaspal di busway menjadi seperti bus single TransJ. Dia mengatakan sejauh ini sudah ada 60 bus Hino siap diperuntukkan untuk Kopaja-Kopami.

"Tahun ini sudah siap 60 unit. Mereka bisa bikin 2 ribu unit/tahun. Ini yang kita harapkan semua bus yang kecil yang Metromini itu ada peremajaan. Ini akan kita lakukan," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2015).

Ahok meminta Kopaja-Kopami beralih ke bus berukuran besar agar dapat melintas di busway. Sehingga, tidak ada lagi kendaraan roda dua yang bisa 'nyempil' melintas di antara sela-sela bus dan separator busway.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu juga, bus berukuran besar single TransJ bisa mengangkut lebih banyak penumpang.

"Bus single persis TransJakarta, jadi saya nggak mau ada lagi Kopami-Kopaja seukuran itu. Bikin sempit Jakarta. Jadi bus makin gede, makan tempatnya makin sedikit. Kalau makin banyak mobil kecil-kecil, city car itu malah bikin macet Jakarta," terangnya.

"Jadi kalau makin gede busnya, makin banyak yang diangkut. Kalau ini yang mau pesan DKI, bodinya sudah dibuat di Indonesia. Ini menolong industri dalam negeri," tambah Ahok.

Menurut Ahok, dalam setahun Hino sanggup memproduksi sampai dengan 2.000 unit bus dengan menggunakan 40-50 persen komponen lokal. Diperkirakan 60 bus untuk Kopaja-Kopami dapat beroperasi pada Oktober atau Desember tahun ini.

Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih yang juga mendampingi Ahok dalam kesempatan yang sama menyebut hingga Desember 2015 ini akan didatangkan 529 unit bus Hino.

Namun Ahok tidak memaksakan peremajaan bus Kopaja-Kopami harus dengan merek Hino, yang penting merek dan kualitasnya harus yang terjamin.

"Terserah mau beli Mercedes-Benz boleh, beli apa boleh, nggak ada kewajiban beli Hino," kata dia.

Ahok menegaskan, pihaknya memprioritaskan 60 unit bus Hino disiapkan untuk Kopaja-Kopami. Dia juga mensyaratkan bus-bus tersebut perawatannya harus diserahkan ke APM (Agen Pemegang Merek).

"Kita yang bayar rupiah/kilometer, dia ngoperasiin. Dia yang beli, dia yang bayar, cuma bayarnya lewat kita. Kamu juga mesti servisnya sama APM. Jadi nggak ada lagi artinya kita bayarin, si orangnya hemat. Ban sudah botak, hematlah nggak mau ganti. Ban kipas sudah mau putus, nggak mau ganti, ini nggak bisa. Kontrak kita, Anda harus masuk servis ke APM," ujarnya. (aws/fdn)


Berita Terkait