Pimpinan WNI yang Salat Id 18 Juli di Masjidil Haram Mengaku Imam Mahdi

Pimpinan WNI yang Salat Id 18 Juli di Masjidil Haram Mengaku Imam Mahdi

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 18:23 WIB
Jakarta - Pimpinan WNI yang salat id pada 18 Juli di Masjidil Haram Zuber Amir Abdullah akan sulit dibebaskan dari tahanan pemerintah Saudi. Dia mengaku dirinya Imam Mahdi.

"Terkait dengan ZAA akan dilakukan pendalaman lebih lanjut karena yang bersangkutan masih meyakini dirinya Imam Mahdi dan pengikutnya juga masih memiliki keyakinan yang sama," terang Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu M Iqbal, Jumat (31/7/2015).

Para WNI ini salat id di dekat kabah. Mereka mengganggu jamaah lain yang tawaf sehingga dilaporkan ke keamanan. Saat hendak dibubarkan mereka menolak. Mereka kemudian ditangkap. Zuber, dibawa ke RS Jiwa untuk dilakukan pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak KJRI Jeddah terus mengupayakan pembebasan dengan melakukan sejumlah cara. Para WNI ini terancam hukuman berat karena terkait dugaan aliran sesat. Di Saudi berlaku hukum islam.

"Mengingat kasus ini masih pada tahap investigasi dan belum ke mahkamah, KJRI akan berusaha mengimbau kelompok tersebut agar tidak bersikeras dengan keyakinan mereka, setidaknya di depan polisi/investigator saudi, sehingga KJRI dapat mengupayakan mereka dibebaskan dan diizinkan untuk dipulangkan," tutup Iqbal. (fan/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads