Coretan Misterius Marak, Bali Gelar Upacara Persembahan
Rabu, 23 Feb 2005 17:34 WIB
Denpasar - Seiring merebaknya coretan palang misterius, beberapa daerah di Bali menggelar upacara pecaruan (persembahan). Upacara diikuti ratusan masyarakat.Salah satunya, upacara digelar di perempatan jalan di pusat kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Kamis (23/2/2005) pukul 16.00 hingga pukul 17.30 WITA.Meski diguyur hujan, ratusan masyarakat tampak antusias menghadiri upacara tersebut. Beberapa pejabat turut hadir, diantaranya Bupati Buleleng Putu Bagiada.Iringan musik khas Bali mengalun sepanjang upacara berlangsung. Puluhan wisatawan asing tak luput menyaksikan upacara tersebut."Upacara ini adalah untuk menentramkan keadaan masyarakat Buleleng dalam menyikapi banyaknya coretan putih (kapur sirih) yang tersebar di seluruh wilayah di Bali, khususnya di Buleleng," kata Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi, selaku pemimpin upacara.Pandita mengimbau umatnya agar tidak terpengaruh dengan isu-isu meresahkan dan tidak mempermasalahkan pelaku yang membuat goresan tersebut. "Saat ini umat agar lebih meningkatkan dharma bakti," ujarnya.Menurut dia, tapak dara atau tanda palang adalah bentuk awal swastika (simbol agama Hindu) yang artinya mengembalikan keseimbangan, mewujudkan stabilitas baik dalam diri maupun alam semesta.hal yang sama disampaikan Bupati Buleleng Putu Bagiada yang mengatakan upacara tersebut dilakukan sebagai upaya agar masyarakat tidak takut terhadap goresan misterius.
(aan/)











































