LBH Jakarta: Dedi Tukang Ojek Korban Salah Tangkap Bebas

ADVERTISEMENT

LBH Jakarta: Dedi Tukang Ojek Korban Salah Tangkap Bebas

Rivki - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 18:15 WIB
Foto: LBH Jakarta
Jakarta - Dedi, tukang ojek yang sempat menjadi korban salah tangkap oleh polisi mendapat kebebasan. Selama 10 bulan terakhir, Dedi ditahan di Rutan Cipinang.

Hal ini disampaikan pihak LBH Jakarta sebagai pendamping Dedi selama persidangan. Kebebasan Dedi didapat pada hari Kamis (30/7) kemarin.

"Dia melangkahkan kaki dari tahanan didampingi oleh kuasa hukum dan disambut haru bahagia sang istri, Nurochmah," demikian kata Kepala Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Muhammad Isnur, kepada detikcom, Jumat (31/7/2015).

Menurut Isnur, selama Dedi ditahan, istrinya terpaksa menggantikan menjadi tukang ojek untuk menghidupi dan mengobati anaknya. Namun nyawa anaknya tetap tak tertolong. Akibat salah tangkap ini Dedi kehilangan anaknya yang meninggal karena kekurangan gizi. Dedi tak diizinkan untuk melihat wajah anaknya untuk terakhir kali. Dan baru bisa melihat kuburan anaknya setelah mendapat jaminan dari pengacara LBH Jakarta yang mau diborgol bersamanya.

Akhirnya Dedi dapat kembali berkumpul dengan istrinya karena kemarin, Senin 27/07, pengadilan tinggi Jakarta memutus bebas Dedi karena tidak terbukti bersalah melakukan pembunuhan seperti yang dituduhkan polisi dan jaksa.

Sekilas soal kasus Dedi. Pada 18 September 2014 lalu, terjadi keributan di pangkalan ojek di sekitar Pusat Grosir Cililitan (PGC). Peristiwa ini membuat seorang sopir angkot tewas. Tujuh hari setelahnya, polisi mengejar orang yang membunuh sopir angkot tersebut.

Pelaku yang diduga membunuh sopir angkot diketahui bernama Dodi. Namun yang ditangkap adalah Dedi. Versi Dedi, saat kejadian, dia sudah pulang ke rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Namun versi polisi, Dedilah pelakunya karena ikut mengeroyok.

Dedi sempat dinyatakan bersalah di tingkat pertama. Namun di tingkat banding, dia dinyatakan bebas lewat putusan nomor No.142/PID/2015/PT.DKI Jo No.1204/Pid.B/2014/PN.Jkt.Tim. (mad/ndr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT