"PMII Sleman belum memutuskan apakah akan bergabung atau tidak, tetapi kalau saya pribadi menolaknya. Karena sejak awal ideologi PMII sudah jelas NU, sehingga lebih tepat untuk independen saja, tak perlu bergabung," kata Bahrul saat dihubungi detikcom, Jumat (31/7/2015).
Dia mengaku sudah mendengar wacana tersebut, tetapi secara organisasi merasa belum pernah dilibatkan. Padahal menurut dia cabang-cabang PMII ada di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum membahas penggabungan PMII, Bahrul berpendapat bahwa ada baiknya NU memperbaiki sistem kaderisasi. Masih ada organisasi pemuda bentukan NU yang lain yang seharusnya juga diperhatikan seperti IPNU dan IPPNU.
PMII sebagai organisasi pergerakan mahasiswa pun tak ingin bila nantinya NU hanya dijadikan sebagai kendaraan politik saja oleh penguasa. Oleh sebab itu lebih baik PMII bersifat independen sesuai dengan keputusan yang diambil pada tahun 1971.
"Antar organisasi kemahasiswaan juga jangan ada yang terkesan diistimewakan, sehingga lebih kuat sinerginya nanti. Perbaiki dulu sistem kaderisasi karena organisasi kemahasiswaan kan ranahnya pelajar, tetapi kita banyak kecolongan untuk mencetak kader pelajar," ujar dia. (bag/try)











































