Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo mengatakan korban tewas akibat ulah Supriyadi awalnya satu orang anak atas nama Azka, namun hari Rabu lalu korban Zaki yang dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang mengembuskan nafas terakhir karena luka parah yang dideritanya.
"Korbannya jadi dua orang. Semoga tidak bertambah," kata Heru saat dihubungi detikcom, Jumat (31/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses hukum berjalan. Untuk hasil (kondisi kejiwaan) butuh waktu beberapa hari. Pelaku dibawa ke RSJ Semarang," tandas Heru.
Diketahui peristiwa pembacokan yang dilakukan Supriyadi di teras rumahnya terjadi hari Minggu (26/7) lalu sekira pukul 11.00. Saat itu salah satu tetangganya yaitu Eko Nur Arifin (23) menggelar acara ulang tahun anaknya dengan berbagai hiburan. Banyak warga yang menonton termasuk anak-anak.
Tiba-tiba Supriyadi keluar rumah membawa golok dan mengamuk. Tiga anak yang duduk di halaman rumah pelaku yaitu Safik, Zaki, dan Azka terkena sabetan golok. Azka tewas karena sabetan dileher sedangkan Safik dan Zaki dilarikan ke RS Kalijaga dan dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang.
Luka yang diderita Zaki cukup serius di perut sebelah kiri. Akibat sabetan golok itu, usus besarnya sempat keluar. Segala upaya sudah dilakukan untuk menolongnya, namun ternyata ia tidak sanggup bertahan. Sementara itu kondisi korban bernama Safik saat ini sudah mulai membaik. Ia juga sudah dipindahkan dari IGD ke bangsal.
Pelaku sempat dirawat di rumah sakit karena terluka akibat dikeroyok warga yang emosi. Selanjutnya dia diperiksa di Mapolres Demak. Di sana, dia bisa menjawab lancar tidak seperti orang yang memiliki gangguan jiwa. Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, polisi mengirim ke RSJ. (alg/try)











































