KH Muhammad Adnan Juga Menolak Mekanisme AHWA untuk Rais Aam

Jelang Muktamar ke-33 NU

KH Muhammad Adnan Juga Menolak Mekanisme AHWA untuk Rais Aam

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 14:25 WIB
KH Muhammad Adnan Juga Menolak Mekanisme AHWA untuk Rais Aam
Foto: dok. Maarif NU Jawa Tengah
Jakarta - Mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk memilih Rais Aam menuai perdebatan di internal Nahdlatul Ulama. Selain KH Salahuddin Wahid, rupanya calon Ketum PBNU lainnya yakni KH Muhammad Adnan pun menolak mekanisme AHWA.

"Kalau saya lebih senang pemilihan langsung," jawab Adnan ketika dimintai pendapat, Jumat (31/7/2015).

Kandidat doktor Undip ini berpendapat bahwa Rais Aam nantinya juga akan memilih pucuk pimpinan di daerah. Padahal para warga NU di daerah belum tentu sependapat dengan pilihan Rais Aam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau pemilihan langsung kan nanti yang di daerah juga memilih langsung. Sehingga lebih aspiratif bila dipilih langsung, lebih mewakili pendapat yang ada di daerah, lebih legitimatif-lah," ungkap Rais Syuriah NU Jawa Tengah ini.

Mengenai metode AHWA sebetulnya sudah dibahas sejak tahun 2012. Pada Munas tahun 2014 juga sudah dibahas soal metode tersebut yang berdasarkan Rapat Pleno tahun 2013.

Pada pleno tersebut juga dihadiri oleh (Alm) KH Sahal Mahfudh yang merupakan Rais Aam. KH Sahal meminta PBNU untuk memproses gagasan soal mekanisme AHWA.

"Jadi kalau di NU itu berbeda. Munas itu posisinya di bawah Muktamar, tidak seperti organisasi lain. Katakanlah Golkar yang menempatkan Munas sebagai yang tertinggi. Artinya apa? Apa yang dianggap paling tinggi di tempat lain itu belum tentu tertinggi di NU. Jadi walau pun sudah dibahas di Munas, belum tentu pemilihan Rais Aam nantinya pakai metode Ahlul Halli Wal Aqdi," tutur Adnan. (bag/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads