Dalam acara Penyerahan Paket Peralatan Sekolah dan Uang Saku kepada Pekerja Anak Penerima Manfaat PPA-PKH di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Fitriyanah menceritakan dirinya sudah bekerja membantu ibunya, Daryati (45) sejak kelas 3 SD karena ayahnya, Sanori (45) terkena komplikasi jantung.
"Saya anak ketiga dari lima bersaudara. Dua kakak saya sudah meninggal saat masih kecil. Orangtua saya buruh tani, tapi bapak sudah tidak bisa beraktivitas jadi saya bantu ibu," kata Fitriyanah, Jumat (31/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adik-adik masih kecil. Saya bantu-bantu ibu, mengupas bawang merah, mencuci, saya rela melakukan apapun demi adik-adik saya," tandas Fitriyanah.
Dara kelahiran 18 Desember 1999 itu sebenarnya sangat ingin meneruskan pendidikan karena bercita-cita menjadi dokter. Bahkan di sekolahan, ia kerap mengikuti lomba tingkat kabupaten dan berhasil memperoleh juara.
Beruntung, orangtua sahabatnya memperkenalkan Program Pengurangan Pekerja Anak - Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) sehingga kini bisa melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Larahan. Fitriyanah juga sudah melewati masa pelatihan di Islamic Center Brebes sebelum memperoleh bantuan.
"Setelah saya ikut program itu dan pelatihan selama 1 bulan, saya tidak punya keinginan berhenti sekolah, justru ingin sekolah terus Insya Allah sampai kuliah. Saya ingin jadi dokter," tandasnya.
Usai bercerita, Fitriyanah turun panggung dan langsung disambut menteri Hanif dan berbincang sejenak. Hanif sempat menyeka air matanya, begitupula dengan Kepala Dinakertranduk Jateng, Wika Bintang yang duduk di sebelahnya.
![]() |
"Saya nyanyi saja untuk merespons cerita adik kita Fitriyanah dari Brebes, judulnya 'Anak Indonesia'. Dengar ceritanya, perasaan saya seperti film, hidup kita diputer," kata Hanif.
Hanif mengaku kisah Fitriyanah tidak jauh berbeda dengan dirinya yang hidup dari keluarga tidak mampu. Ia pun memberikan motivasi kepada ratusan pekerja anak yang hadir dalam acara tersebut agar tidak putus sekolah karena merasa harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga.
"Saya juga dari keluarga susah, keluarga yang juga tidak berada, maka ibu saya pergi ke Saudi jadi TKI, sama-sama susah. Tapi karena kegigihan dari keluarga dan pribadi, maka orang susah pun bisa jadi menteri," tegasnya.
Dalam acara tersebut, Hanif menyerahkan paket peralatan sekolah dan uang saku kepada 1.350 pekerja anak Penerima Manfaat PPA-PKH dari 11 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, Kebumen, Banyumas, Magelang, Temanggung, Jepara, Sragen, dan Banjarnegara. (alg/try)












































