Penekanan yang pertama disampaikan jenderal bintang empat ini adalah soal komunikasi. Ada empat pola komunikasi dengan pihak-phak tertentu seperti gereja.
"Ini sangat penting, karena masyarakat Papua di pedalaman dia tidak tahu siapa presiden, menteri. Dia tidak baca koran, tidak ada TV. Apa yang dia tahu apa kata pendeta dan pastur di sana, mereka mengeluh pada pendeta dan pastur. Ini sangat penting," kata Badrodin dalam penyampaian amanat pelantikan Kapolda Papua dan Papua Barat, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mantan Kapolda di empat wilayah ini berpesan agar membangun komunikasi dengan pihak pemerintahan. "Ini penting, karena memang Papua sangat khas, terdiri dari berbagai suku yang masing-masing bisa berdiri sendiri," kata Badrodin. Termasuk, membangun komunikasi dengan civil society dan pegiat lembaga swadaya masyarakat di Papua.
Menurutnya, tugas seorang anggota Polri di Papua dan Papua Barat tidak sekadar menjaga keamanan. Namun juga membantu pertumbuhan pembangunan masyarakat Papua.
"Misalnya kekurangan tenaga pendidik, tidak ada salahnya kalau ada polisi yang bisa ngajar ya bantu lah. Begitu juga tenaga medis. Kalo kita bantu bisa tarik simpati masyarakat. Soal lain, bisa asistensi di pertanian dan perdagangan," kata Badrodin.
Terkait dengan penanganan kelompok kriminal bersenjata, ujar Badrodin, adalah bagaimana menyadarkan mereka untuk bergabung kembali dengan masyarakat. Namun, apabila ada pelanggaran hukum yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut, maka penyelesaian harus dilakukan melalui jalur hukum. (ahy/hri)











































