Beda Pandangan Said Aqil dan Gus Solah Soal AHWA

Jelang Muktamar ke-33 NU

Beda Pandangan Said Aqil dan Gus Solah Soal AHWA

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 13:13 WIB
Beda Pandangan Said Aqil dan Gus Solah Soal AHWA
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Pemilihan Rais Aam dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama nantinya akan menggunakan metode Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sehingga nantinya Rais Aam terpilih lewat mekanisme musyawarah, bukan voting.

Metode ini sebetulnya sudah dibahas sejak tahun 2012 oleh PBNU. Wacana untuk menggunakan metode ini adalah karena kekhawatiran akan adanya politik praktis serta ditunggangi pihak eksternal di tubuh NU apabila menggunakan mekanisme pemilihan langsung.

"Ini ada pelanggaran yang dilakukan pengurus besar NU terhadap AD/ART. PBNU menggelar Munas yang memutuskan tentang mekanisme pemilihan pemimpin di NU melalui mekanisme AHWA," kata mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010, Andi Jamaro Dulung kepada wartawan di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Kamis (30/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandangan ini kemudian diamini oleh KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah. Dia beranggapan bahwa sistem AHWA bukanlah berasal dari Muktamar NU ke-32 pada tahun 2010.

"Jangan sampai sistem ini (AHWA) dipakai. Ini kan bukan hasil produk muktamar. Saya ingin seperti itu," kata Gus Solah.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur itu memang mencalonkan diri sebagai Ketum PBNU. Tetapi dia tak mengincar jabatan Rais Aam.

Sementara itu kandidat calon ketum lainnya yang merupakan petahana, Said Aqil Siroj sebelumnya telah menegaskan bahwa mekanisme pemilihan lewat AHWA sudah sesuai dengan AD/ART. Bahkan dia menyebut bahwa pemilihan musyawarah juga sesuai dengan ajaran Islam.

"Sesuai dengan AD/ART Rais Aam dipilih melalui musyawarah mufakat atau voting. Jadi pemilihan musyawarah tak melanggar. Hanya selama ini musyawarah tak pernah dilakukan tapi selalu voting. Musyawarah ini islami karena dalam islam tak mengenal one man one vote. Khulafaurasyidin terpilihnya dengan musyawarah, bukan voting," tutur Ketum PBNU Said Aqil Siroj saat berbincang di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

Pemilihan Rais Aam sendiri akan dilakukan pada hari ketiga Muktamar. Sebelumnya akan dipilih terlebih dahulu 9 kiai senior untuk menjadi Ahlul Halli Wal Aqdi. (bag/try)


Berita Terkait