Ini Kata KSAD Soal Kabar Keterlibatan Asing di Insiden Tolikara

Ini Kata KSAD Soal Kabar Keterlibatan Asing di Insiden Tolikara

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 13:04 WIB
Ini Kata KSAD Soal Kabar Keterlibatan Asing di Insiden Tolikara
Foto: Elza Astari
Jakarta - Beredar kabar ada keterlibatan asing dalam insiden pembakaran di Tolikara, Papua, beberapa waktu lalu. Walau tidak mengamini dugaan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono menyebut jajaran TNI terus memonitor pergerakan asing yang masuk di wilayah Bumi Cenderawasih itu.

"Kita monitor saja kegiatan itu, yang penting semua yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, yang merusak kesatuan dan persatuan harus kita cegah," kata Mulyono usai sertijab 10 perwira tinggi di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jabar, Jumat (31/7/2015).

Usai insiden terjadi, TNI AD sendiri menerjunkan prajuritnya untuk membantu membangun kembali ruko-ruko warga yang menjadi korban pembakaran. Ada 1 kompi prajurit yang diterjunkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita di sana membangun semua fasilitas umum. Baik itu musala, toko-toko di sana. Kita turunkan 1 kompi untuk membantu di sana. Semua yang jadi korban pembakaran sudah dibangun, termasuk musala," jelas Mulyono.

Untuk kondisi di Tolikara sendiri, lanjut KSAD, kini sudah kondusif. Mulyono berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Tolikara maupun di wilayah lainnya.

"Alhamdulillah sudah bisa diidentifikasi. Mudah-mudahan tidak berkembang apa-apa karena semua sudah menyadari apa yang terjadi kemarin merugikan kita semua," tutur jenderal bintang 4 itu.

Kabar adanya keterlibatan asing dalam insiden Tolikara muncul setelah beredarnya foto bendera Israel dalam acara Gereja Injil di Indonesia (GIDI). Penyerangan memang terkait dengan GIDI ketika salat Id pada 17 Juli lalu.

Sehari sebelum penyerangan, memang ada bendera Israel terpasang dalam acara pembukaan Seminar dan Kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda GIDI internasional di Tolikara.

Meski begitu, bendera Israel tidak berdiri sendirian melainkan disandingkan dengan bendara negara lain seperti Papua Nugini, Fiji, dan Vanuata. Nuansa atribut di panggung acara terlihat didominasi warna biru muda dan putih, senada dengan bendera Israel. Hal serupa juga ditemui di sejumlah rumah di sekitar lokasi. Banyak rumah dengan cat biru muda dan putih.

Menurut panitia di panggung saat itu, empat negara yang benderanya dipajang di depan panggung merupakan negara yang diundang dalam forum tersebut. Mereka adalah peserta seminar dan KKR internasional pemuda GIDI.

Acara seminar dan KKR pemuda digelar sejak tanggal 15-20 Juli 2015. Di situs Pemkab Tolikara, soal acara ini sempat jadi pemberitaan. Ada permintaan dari wakil bupati untuk menunda waktu acara karena masalah persiapan, namun ditolak oleh kalangan pemuda.

Persiapan khusus untuk acara internasional ini memang sudah dilakukan sejak lama. Pemerintah daerah dan para warga setempat sibuk menyiapkan penginapan sampai arena acara. Pagar di sekeliling gereja pun dibangun dan ditata.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Tolikara Dance Y Flassy saat ditanya mengenai atribut bendera Israel di rumah warga saat acara tersebut mengatakan tidak ada. Dia juga membantah ada perintah dari Pemkab untuk memajang bendera Israel atau cat bernuansa biru putih di rumah.

"Tidak ada perda (memasang bendera) seperti itu. Apalagi soal bendera Israel," terang Dance.

"Tidak ada," sambungnya saat ditanya kembali atribut bendera di rumah warga.

Saat ditunjukkan foto dokumentasi detikcom dan sejumlah foto yang beredar di media sosial terkait hal tersebut, Dance tak merespons. (elz/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads