"Seluruh satuan siap, kita tidak pilah-pilah. Mana yang dibutuhkan kita siapkan," ungkap Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono usai sertijab 10 perwira tinggi di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jabar, Jumat (31/7/2015).
Mulyono punya arahan khusus bagi para Panglima Komando Utama (Pangkotama). Prajurit TNI AD disebutnya akan siap digerakkan kapan saja jika dibutuhkan pihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita siapkan membantu kepolisian manakala kita dibutuhkan. Semua satuan yang setting di wilayah masing-masing semua siap," sambung jenderal bintang 4 itu.
Saat mendekati hari pelaksaan Pilkada pada 9 Desember 2015, jajaran TNI akan berlakukan siaga 1. Kondisi tersebut merupakan tugas operasi di mana semua prajurit berada dalam kondisi siap digerakkan.
"Ya pasti dong (siaga 1), namanya dibutuhkan pasti kita siaga. Tapi itu kita tentukan saat menjelang kegiatan," tegas Mulyono.
Mengenai pemetaan daerah-daerah rawan konflik menyusul Pilkada serentak, kata KSAD, tidak ada yang diberlakukan khusus. Semua daerah dalam pemantauan dan TNI selalu melakukan langkah-langkah antisipatif mencegah adanya konflik.
"Kita antisipasi, kita tidak pilih-pilih. Semua daerah kita antisipasi. Kejadian apapun kita harus tanggap dan antisipasi untuk tidak terjadi yang tidak kita inginkan," tutup mantan Pangkostrad tersebut. (ear/aan)











































