Ini Gymna, Dalang Cilik dari Gunungkidul yang Beraksi Ciamik di Washington DC

Laporan dari AS

Ini Gymna, Dalang Cilik dari Gunungkidul yang Beraksi Ciamik di Washington DC

Shohib Masykur - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 11:04 WIB
Ini Gymna, Dalang Cilik dari Gunungkidul yang Beraksi Ciamik di Washington DC
Foto: Shohib Masykur
Washington DC - Gymna Cahyo Nugroho baru berumur 11 tahun. Namun di usianya yang masih belia, bocah asal Gudungkidul, Yogyakarta, itu sudah piawai memainkan wayang kulit yang membuatnya digelari dalang cilik. Berkat kepiawaiannya itu, dia kerap diundang untuk mendalang di berbagai kota di Indonesia.

Kali ini Gymna berkesempatan pentas di ibu kota negara Amerika Serikat, Washington DC. Di depan 200 penonton yang terdiri dari warga Indonesia dan orang asing, si dalang cilik unjuk kebolehan memainkan cerita wayang dengan lakon "Kisah Gatotkaca" bertempat di KBRI Washington DC, Selasa (28/7/2015).

"Ini ada bidadari, rupanya cantik sekali," kata Gymna saat membawakan cerita dalam bahasa Jawa dengan logat kanak-kanaknya yang masih kentara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sontak hadirin dibuat tertawa dengan gayanya yang kocak. Selama tiga jam, dari tangan dan mulut Gymna mengalir kisah tentang Gatot Kaca, tokoh wayang yang menyerupai super hero dengan kemampuan terbang dan kulit kebal senjata, lengkap dengan guyonan beserta romantikanya.
Talenta mendalang Gymna sudah terlihat sejak dini. Sebagai seorang bocah yang belum dibekali memori, Gymna saat umur satu tahun telah menunjukkan ketertarikan terhadap wayang. Untuk mewadahi minat sang anak, saat Gymna berumur 3 tahun orang tuanya hijrah dari Mataram ke Gunungkidul, tempat dia menimba ilmu di Pedalangan Pengalasan Wonosari pimpinan Slamet Haryadi.

Di usia 5 tahun, Gymna mulai mementaskan wayang di berbagai daerah di Gunung Kidul. Empat tahun kemudian, dia mulai merambah wilayah di luar Gunung Kidul dan rajin mengikuti festival wayang di berbagai kota. Β 

Di antara prestasi yang pernah diraih putra pasangan Teguh Siswanto dan Wahida Asroni itu adalah juara Lomba Pidato untuk Anak tingkat nasional, juara lomba bercerita di Yogyakarta dan Solo tahun 2014, dan juara Festival Musik di Gunung Kidul tahun 2014. Bocah kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 14 Februari 2004, itu sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi dalang.
Malam itu, di gedung tua bergaya Eropa yang menjadi kantor KBRI, penonton dibuat terpukau oleh kemahiran Gymna. Jordan, salah seorang penonton warga Amerika yang datang bersama 3 bocah asuhannya, mengungkapkan ketakjubannya.

"Yang saya bisa katakan adalah ini: merupakan kejahatan jika pertunjukan ini tidak dipentaskan untuk audiens yang lebih luas. Kalian harus mempertontonkan ini untuk publik di Amerika. Kebetulan saya aktif di sekolah, dan saya yakin sekali anak-anak akan senang menyasikan pertunjukan ini," ucapnya.

Wakil Duta Besar RI di Washington DC, Arto Suryodipuro, tak luput mengungkapkan kekagumannya terhadap Gymna.

"Saya ucapkan selamat kepada Gymna yang memiliki bakat spesial menjadi dalang. Itu adalah hal yang tidak mudah, apalagi mengingat usianya yang masih sangat muda, yaitu 11 tahun. Belum lagi berbagai penghargaan yang telah dia terima," ucapnya di hadapan para hadirin.

Dia menambahkan, salah satu konsekuensi dari diakuinya wayang sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 7 November 2013 adalah Indonesia harus menjaga dan melestarikan warisan tersebut. Lebih dari sekedar pertunjukan seni, imbuhnya, pentas wayang kulit juga memiliki aspek spiritual dan magis.

"Fakta bahwa cerita dibawakan menggunakan bayang-bayang penting artinya karena bayang-bayang adalah sesuatu yang bisa dilihat tapi tidak bisa diraba. Ada kepercayaan bahwa jiwa nenek moyang hidup kembali dalam bentuk bayang-bayang untuk memberi nasihat dan dukungan," ujarnya. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads