Pimpin Sertijab 10 Jabatan Strategis, KSAD Ingatkan Soal Pilkada Serentak

Pimpin Sertijab 10 Jabatan Strategis, KSAD Ingatkan Soal Pilkada Serentak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 31 Jul 2015 10:33 WIB
Pimpin Sertijab 10 Jabatan Strategis, KSAD Ingatkan Soal Pilkada Serentak
Foto: Elza Astari R
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono memimpin serah terima 10 jabatan (sertijab) strategis di tubuh TNI AD. Mulyono pun memiliki pesan, khususnya bagi Panglima Komando Utama, untuk memastikan pengamanan jelang Pilkada Serentak.

Serah terima jabatan dilakukan di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jabar, Jumat (31/7/2015). Ada 10 Perwira Tinggi (Pati) yang mengemban tugas dan dan wewenang yang baru, yakni:

1. Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Edy Rachmayadi, mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan
2. Komandan Kodiklat TNI AD Mayjen Agus Sutomo
3. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen Purwadi Mukson, mantan Wadan Kodiklat TNI AD
4. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswandi, mantan Aspers KSAD
5. Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo, mantan Danjen Kopassus
6. Pangdam V/Brawijaya Mayjen Sumardi, mantan Gubernur Akmil
7. Danjen Kopassus Brigjen Muhammad Herindra, mantan Kasdam III/Siliwangi
8. Komandan Sesko TNI AD (Seskoad) Brigjen Pratimun, mantan Wadan Seskoad
9. Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Brigjen Dodik Widjanarko, mantan Wadan Puspomad
10. Gubernur Akmil Brigjen Hartomo, mantan Danpusintel TNI AD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan tersebut, para perwira tinggi tersebut melaporkan serah terima jabatannya kepada KSAD. Acara sertijab kali ini cukup spesial pasalnya dilakukan dengan upacara dan secara bersama-sama.

"Lapor Doni Monardo, Mayor Jenderal. Berdasarkan surat perintah KSAD No Sprin 1945/VII/2015 tanggal 27 Juli 2015. Telah menyerahkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab tugas Danjen Kopassus kepada Brigjen Muhammad Herindra dan menerima tugas, wewenang, dan tanggung jawab sebagai Pangdam XVI/Pattimura dari Mayjen Wiyarto. Selanjutnya siap melaksanakan tugas," lapor Mayjen Doni Monardo kepada KSAD.

Hal yang sama juga dilakukan Pati-pati lain yang melaksanakan serah terima jabatan. KSAD banyak berpesan dalam kesemapatan ini, khususnya bagi Pangdam-pangdam terkait pilkada serentak.

"Khusus pangdam, perhatikan dinamika di daerah menjelang pilkada. Koordinasi aparat keamanan, libatkan pemangku daerah dan tetap kondusif. Jaga kerukunan agama, cegah konflik komunal dan teroris. Tidak ketinggalan juga bangun sinergitas elemen masyarakat, cegah potensi konflik TNI dan Polri," pesan Mulyono.

Menurut mantan Pangkostrad itu, rotasi jabatan di tubuh TNI merupakan dinamika organisasi. Ia pun yakin semua bawahannya dapat mengemban tugas dengan baik.

"Kita semua harus yakin dan percaya dengan berbekal wawasan, bahwa saudara-saudra sekalian mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasinya," tutur Mulyono.

Dari sejumlah nama tersebut, beberapa di antaranya cukup menjadi sorotan. Seperti halnya Pangkostrad Mayjen Edy Rachmayadi, Dankodiklat TNI AD Mayjen Agus Sutomo, Pangdam Pattimura Mayjen Doni Monardo dan Danjen Kopassus Brigjen M Herindra.

Sebelum menjabat sebagai Pangkostrad, Mayjen Edy Rachmayadi yang merupakan lulusan Akmil 1985 itu baru saja bertugas sebagai Pangdam I/Bukit Barisan. Pria kelahiran Aceh tersebut juga pernah menjadi Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad pada tahun 2014 dan pengajar atau dosen di Seskoad.

Kini menjadi Dankodiklat TNI AD, Mayjen Agus Sutomo memiliki karier moncer. Pria asal Klaten itu merupakan lulusan Akmil 1984 dan berpengalaman dalam bidang infanteri. Sebelum menjadi Komandan Paspampres pada 2011, jenderal bintang 2 itu pernah menjadi Wakil Danjen Kopassus pada 2010.

Agus adalah adalah suksesor Mayjen Doni Monardo sebagai Danjen Kopassus di tahun 2012 sebelum akhirnya diangkat menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta pada 2014. Kini ia masih merangkap jabatan sebagai Pangdam Jaya karena masih belum ada penggantinya.

Mayjen Doni Monardo sendiri merupakan perwira tinggi lulusan. Akmil 1985. Saat ini menjadi Pangdam XVI/Pattimura, Doni merupakan prajurit Kopassus yang berpengalaman. Ia pernah ditugaskan di Timor Timur, Aceh, dan daerah rawan konflik lainnya.

Pria kelahiran Ciamis 10 Mei 1963 itu pernah tergabung dalam Batalyon Raider di Bali dan dalam perkembangan kariernya ia menjabat sebagai Wadanjen Kopassus, Danpaspampres hingga akhirnya menjadi Danjen Kopassus. Ia pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satga pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia. Nama prajurit yang mahir menembak ini melambung setelah sukses dalam penugasan tersebut.

Selanjutnya Brigjen Herindra. Sebelum menggantikan Mayjen Doni Monardo sebagai Danjen Kopassus, Herindra bertugas sebagai Kasdam III/Siliwangi. Mantan Wadanjen Kopassus pada 2013-2014 itu merupakan lulusan terbaik Akmil 1987. Nama Herindra sebelumnya memang sudah santer disebut-sebut untuk menjadi pucuk tertinggi prajurit Baret Merah.

Ke-4 perwira tinggi di atas mendapat promosi tugas setelah Jenderal Jenderal Gatot Nurmantyo diangkat sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan pensiun. Posisi Gatot sebagai KSAD pun lalu digantikan oleh Jenderal Mulyono yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkostrad. (ear/slh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini