"Selama 27 Juli sampai dengan 3 Agustus, siswa-siswi pemegang KJP dapat fasilitas gratis naik TJ bersama maksimal 1 (satu) orang pendamping (orangtua/wali)," ujar Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih melalui pesan singkat, Jumat (31/7/2015).
Meski masih dalam tahap uji coba, namun antusias pelajar begitu tinggi. Hal ini tentu saja membuat PT TransJakarta harus menambah jumlah petugas dan armada bus guna memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada para pemegang KJP.
"Kami menambah banyak sekali petugas dan bus di semua koridor dan semua halte, terutama di Halte GBK karena banyak sekali yang datang tiap hari. Kami harus membagi lajur penumpang KJP dan penumpang umum di banyak halte, termasuk Halte GBK," terangnya.
Kosasih menyebut untuk sementara kartu tidak di-tap di mesin, melainkan masih dicatat secara manual. Sampai dengan saat ini, pihaknya juga belum memiliki catatan berapa banyak siswa pemegang KJP yang telah menggunakan fasilitas gratis tersebut.
"Saat ini masih dicatat manual KJP siswa-siswi. Data pemegang KJP akan saya infokan karena masih manual (penghitungannya)," sambung Kosasih.
"Setelah pemegang KJP dan KTP pendamping dicatat oleh personel pencatat, kami persilakan masuk dengan di-tapping petugas," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berwacana menggratiskan pemegang KJP naik TransJ sebagai moda transportasinya ke sekolah. Selain mereka juga rencananya personel TNI Polri serta lansia juga akan digratiskan naik bus TransJ.
Dengan syarat, anggota TNI Polri harus mengenakan seragamnya dan memiliki kartu Bank DKI.
(aws/jor)











































