Pada pelaksanaan Kasada Yadnya tahun ini, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Ayu Dewi Utari, mengimbau kepada pengunjung untuk tidak membuat api unggun pada malam Kasada nanti.
Sebab, cuaca pada saat ini suhunya tidak terlalu dingin. Alasannya, suhu udara di Gunung Bromo saat ini terbilang rendah, yaitu maksimal ketika malam hari suhu udaranya hanya mencapai 10 derajat celsius, lebih tinggi dibanding bulan puasa kemarin yang mencapai 0,5 derajat celsius.
"Kenapa kami melarang membuat api unggun, karena musim kemarau saat ini suhu udara rendah, dan mengalami kekeringan. Dikwatirkan serpihan api unggun itu akan menyebar dan menimbulkan kebakaran. Kami melarang keras itu," kata Ayu kepada detikcom Kamis (30/7/2015).
Bukan hanya api unggun saja yang dilarang, pengunjung juga dilarang membuat tenda di area upacara Kasada Yadnya. Sebab, menurut warga suku Tengger, di lautan pasir yang ditempati ritual adalah pasir yang suci.
"Itu permintaan dari warga suku Tengger sendiri, agar tidak terganggu jalannya upacara Yadnya," kata Ayu.
Disinggung adanya abu vulkanik Gunung Raung yang mengguyur di Probolinggo, Ayu menyebutkan tidak ada pengaruh jalannya Yadnya Kasada, karena abu vulkanik Raung tidak sampai ke Gunung Bromo.
Hanya saja bagi para wisatawan atau pengunjung agar segera mempersiapkan bekal dan peralatan seperti jaket, dan masker saat di puncak Gunung Bromo.
"Memang Gunung Bromo dan Gunung Semeru itu gunung aktif berapi, namun bencana Gunung Raung, tidak berpengaruh ke Gunung Bromo," kata Ayu.
(jor/jor)











































