Humas RSUP Dr Kariadi Parna mengatakan pihaknya sudah memberikan perawatan intensif di ruang khusus yaitu Pediatric Intensive Care Unit (PICU)/Neonate Intensive Care Unit (NICU). Namun hari Rabu (29/7) sore kemarin Zaki menghembuskan nafas terakhir.
"Meninggal sekitar jam 16.30. Keluarga memutuskan langsung dibawa pulang ke Demak," kata Parna kepada wartawan, Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui peristiwa pembacokan yang dilakukan Supriyadi di rumahnya di Desa Wonowoso, Karangtengah, Demak terjadi hari Minggu (26/7) lalu sekira pukul 11.00. Saat itu salah satu tetangganya yaitu Eko Nur Arifin (23) menggelar acara ulang tahun anaknya dengan berbagai hiburan. Banyak warga yang menonton termasuk anak-anak.
Tiba-tiba Supriyadi keluar rumah membawa golok dan mengamuk. Tiga anak yang duduk di halaman rumah pelaku yaitu Safik, Zaki, dan Azka terkena sabetan golok. Azka tewas karena sabetan di leher sedangkan Safik dan Zaki dilarikan ke RS Sunan Kalijaga dan dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang.
Luka yang diderita Zaki cukup serius di perut sebelah kiri. Akibat sabetan golok itu, usus besarnya sempat keluar. Segala upaya sudah dilakukan untuk menolongnya, namun ternyata ia tidak sanggup bertahan.
Sementara itu kondisi korban bernama Safik saat ini sudah mulai membaik. Ia juga sudah dipindahkan dari IGD ke bangsal.
"Pekembangan (kondisi Safik) bagus, kini tinggal pemulihan," terangnya.
Dengan meninggalnya Zaki, korban amukan Supriyadi kini menjadi dua orang. Pelaku yang dikenal tetangga memiliki gangguan jiwa itu sudah mendekam di sel Polres Demak. Kepolisian menunggu hasil tes apakah pelaku benar-benar stres atau tidak karena saat dimintai keterangan ia menjawab dengan lancar. (alg/try)










































