Soekarno Award akan diberikan kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un karena pemikirannya yang konsisten melawan imperialisme.
"Sedang dibicarakan kesiapan dari pihak Istana sana (Korea Utara) kapan," kata Rachmawati Soekarnoputri usai menerima kunjungan Dubes Korut Ryul di rumahnya di Jl Jati Padang Raya No 54A, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2015). Rachmawati merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno dan pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachmawati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Korut karena tidak pernah berhenti melawan imperialisme. Selain itu ia juga didaulat untuk menjadi tamu kehormatan panitia persiapan reunifikasi Korea untuk Asia Pasifik.
"Korea itu luar biasa menahan hegemoni dari imperialisme, dan dari awal saya mendukung reunifikasi kedua negara yang sebetulnya memang satu bangsa. (Korea) Terpisah karena proyek imperialis yang memecah kesatuan rakyat Korea," papar politisi Gerindra ini.
Ia menambahkan bangsa Korea terpecah belah akibat imperialis. Ia menduga hal yang sama juga akan dialami Indonesia.
"Kita sedang mengalami ancaman asimetris atau proxy war, ancaman yang paling berbahaya, adalah NKRI akan menjadi pecah bila tidak kembali ke UUD 1945. Indonesia akan terancam menjadi negara federal. Saya sudah warning keras sebelum pilpres berlangsung," pungkasnya. (slh/nrl)











































