Setelah diamankan sepuluh pelajar itu dibawa ke Polsek Cengkareng untuk didata. Kesepuluhnya lalu disuruh jalan jongkok dan hormat tanpa mengenakan baju.
Menurut Kapolsek Cengkareng, Kompol Sutardjono para pelajar tersebut datang dari beragam sekolah. Mereka berkumpul di Jalan Daan Mogot menggunakan truk lalu menunggu lawan dari sekolah lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutardjono mengatakan kesepuluh siswa itu datang dari daerah luar Cengkareng. Salah satu dari mereka juga diketahui seorang anak baru selesai MOS
"Ada satu anak baru selesai MOS, dia menngaku diajak seniornya," terang Sutardjono.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi akan memanggil orangtua siswa. Selain itu, polisi juga akan memanggil pihak sekolah masing-masing siswa.
"Hal itu dilakukan agar samai-sama bertanggung jawab. S siswa saat digeledah tidak membawa senjata tajam, untuk itu tidak ada yang ditahan," tutup Sutardjono.
Ditempat terpisah, Kabag Ops Polres Jakarta Barat AKBP Yossie akan terus memberikan pencerahan kepada sekolah-sekolah terkait seringnya terjadi tawuran. Selain itu, petugas diminta berpatroli saat jam-jam sekolah dibubarkan.
"Kita perdayakan 5-10 petugas untuk melakukan cegat dan geledah. Kita juga dekati partisipan masyarakat dan memberikan nomor telepon 112 agar petugas segera datang jika ada tawuran," tutup Yossie.
(spt/aan)











































