Pembicaraan di Koalisi Majapahit deadlock, alih-alih sepakat soal nama calon, isu perpecahan justru berkembang sebelum perang. Namun soal keyakinan menang di pilkada memang boleh juga.
"Bu Risma itu bisa kita kalahkan," kata Ketua Desk Pemilu PKB Bambang Susanto saat dihubungi detikcom, Kamis (30/7/2015).
Sejauh ini PKB sudah mengajukan nama kadernya yaitu Syamsul Arifin yang merupakan Ketua DPC Surabaya untuk menjadi calon wali kota. Namun, Koalisi Majapahit belum menyepakati wakilnya.
Sejauh ini Risma-Whisnu masih menjadi satu-satunya pasangan calon kepala daerah yang sudah mendaftar di Pilkada Surabaya. Pendaftaran akan kembali dibuka pada 1-3 Agustus 2015 mendatang. Sampai kini belum jelas siapa pasangan yang bakal diusung koalisi lintas partai KMP-KIH ini.
Kedigdayaan Risma sebagai calon incumbent agaknya membuat Koalisi Majapahit agak ragu. Nyatanya tak ada calon yang diajukan sampai last minute sebelum waktu pendaftaran normal ditutup. Namun Gerindra menampik adanya ketakutan itu.
"Masih ada kesempatan kan tanggal 1-3 Agustus. Sekarang sedang menentukan strategi. Enggak, enggak (takut)," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi detikcom, Kamis (30/7/2015).
Namun dalam Koalisi Majapahit sendiri ada partai yang mulai ragu-ragu. Kabarnya Partai NasDem malah balik badan. Lalu apakah koalisi Majapahit benar-benar akan meraih mimpinya menumbangkan Risma di pilkada, atau sebaliknya harus gigit jari?
(van/nrl)











































