5 Hari Tersesat di Lawu, Begini Siasat 7 Pendaki Remaja dan Anak Atur Perbekalan

5 Hari Tersesat di Lawu, Begini Siasat 7 Pendaki Remaja dan Anak Atur Perbekalan

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 30 Jul 2015 13:57 WIB
5 Hari Tersesat di Lawu, Begini Siasat 7 Pendaki Remaja dan Anak Atur Perbekalan
Foto: Muchus Budi/detikcom
Solo - Perbekalan terbatas membuat 7 pendaki remaja dan anak yang tersesat lima hari di Gunung Lawu berhemat. Angger Abdul Triaji, bocah 9 tahun yang tersesat menuturkan bagaimana dia dan 6 pendaki lain berbagi makanan dan minuman.

"Kami ya mulai mengatur agar perbekalan tak cepat habis. Ada yang bawa bekal buah apel, lalu dibagi rata untuk tujuh orang. Minum juga hanya satu tutup botol air mineral untuk masing-masing orang agar tak cepat habis. Baru pada Rabu sore kami bertemu dengan tim pencari dan selanjutnya kami dibawa turun," imbuh Abdul, saat ditemui di rumah orangtuanya, Kamis (30/7/2015).

Lalu apa jawaban Abdul ketika ditanya tentang pendakian? Dengan tegas dia menjawab tidak akan jera untuk kembali mendaki, tapi syaratnya sangat tegas. "Jangan lagi mendaki sama kakak, sama ayah saja," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat mendaki pada Sabtu (25/6) pagi dia bersama dua kakaknya Satsuni (11) dan Rifelli (18). Abdul bertutur, saat hendak turun dari Lawu, dia sebenarnya sudah meminta mengambil jalur ke kanan, tetapi kakaknya tetap lurus dan akhirnya tersesat.

Mereka ditemukan pada Rabu (29/7) sore di dekat Sendang Drajat tak jauh dari Warung Mbok Yem.

Sementara itu Zainal, ayah Abdul, mengaku bersyukur anaknya telah berhasil diketemukan dengan selamat. Meskipun dia pencinta alam yang pernah bergabung sebagai relawan kemanusiaan di Gunung Lawu, dia mengaku sempat khawatir juga ketika ketiga anaknya hilang kontak selama lima hari di Lawu.

"Saya dan isteri langsung memutuskan naik dan bergabung dengan tim SAR untuk mencari mereka, alhamdulillah akhirnya mereka dapat ditemukan. Saya kan dulu aktif sebagai relawan AGL (Anak Gunung Lawu) saya sangat hapal medan dan semua jalur pendakian di Lawu. Selain itu saya juga sering melakukan pendakian ke Gunung Merapi, Sindoro dan Sumbing," ujarnya

Zainal juga menegaskan, setelah peristiwa kemarin, dia dan istrinya tidak akan melarang atau menghalang-halangi anak-anaknya melakukan kegiatan naik gunung. "Dengan mendaki gunung mereka akan menempa mental, karakter, kepekaan sosialnya. Kami tidak akan melarang," tegas Zainal. (mbr/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads