"Muktamar yang ke 33 NU baru kali ini akan dilaksanakan di Jombang, padahal tempatnya para pendiri NU tapi tak pernah ditempati Muktamar," ujar Ketum PBNU Said Aqil Siroj saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/7/2015).
Di Jombang terdapat 4 pondok pesantren NU yang salah satunya merupakan akar dari organisasi tersebut. Rais Aam pertama NU KH Hasyim Asy'ari merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya KH Hasyim pun membeli sebidang tanah berukuran 6 x 8 meter yang sebagian untuk dia tinggal dan bagian depannya dijadikan musala. Berawal dari 8 santri yang diasuh, lama kelamaan musala tersebut berubah menjadi ponsok pesantren yang amat berpengaruh di Jombang.
Tentunya dalam perjalanan KH Hasyim membangun pondok pesantren sejak tahun 1889 itu selalu mendapatkan gangguan, baik dari masyarakat yang terpengaruh Belanda maupun Belanda itu sendiri. KH Hasyim lalu melatih pencak silat dan kanuragan guna mengusir gangguan tersebut. Β
Berdasarkan data dari Buku Panduan Muktamar NU yang dikutip detikcom pada Kamis (30/7), Muktamar pertama hingga ketiga (1926-1928) berlangsung di Surabaya. Kemudian pada tahun berikutnya dilaksanakan di Semarang, dan berikutnya pada tahun 1930 di Pekalongan.
Muktamar ke-6 dan ke-7 dilaksanakan di Cirebon, kemudian pada tahun berikutnya dilaksanakan di DKI Jakarta. Selanjutnya secara berturut-turut lokasi Muktamar ke-9 sampai ke-15 (1934-1940) yaitu Banyuwangi, Solo, Banjarmasin, Malang, Banten, Magelang, dan kembali ke Surabaya. Hingga tahun 1940 ini Muktamar NU digelar setahun sekali.
Muktamar ke-16 baru digelar lagi setelah masa kemerdekaan RI pada tahun 1946 di Purwokerto, kemudian tahun 1947 di Madiun. Selang 3 tahun kemudian pada 1950, Muktamar kembali digelar di Jakarta.
Muktamar ke-19 tahun 1951 adalah kali pertama diselenggarakan di luar Pulau Jawa, yakni di Palembang. Tahun 1954 lokasi Muktamar kemudian berpindah ke Surabaya, tahun 1956 ke Medan, dan 1959 kembali ke Jakarta.
Muktamar ke-23 tahun 1962 dilaksanakan di Solo dan ke-24 tahun 1967 di Bandung. Muktamar ke-25 tahun 1971 dilaksanakan di Surabaya dan 8 tahun kemudian dilakukan di Semarang.
Sejak tahun 1979 ini dan seterusnya Muktamar digelar 5 tahun sekali mengikuti jadwal Pemilu. Sebetulnya sejak tahun 1967 pun Muktamar disesuaikan dengan suksesi kepemimpinan nasional.
Pada tahun 1973 pemerintahan Presiden Soeharto memberlakukan fusi partai politik menjadi 2 dan ditambah dengan 1 Golongan Karya. Pada tahun itulah NU menyatakan kembali kepada khittah 1926 dan keluar dari dunia politik.
Kemudian Muktamar ke-26 tahun 1984 hingga Muktamar ke-32 tahun 2010 secara berturut-turut berlangsung di Semarang, Situbondo, Yogyakarta, Tasikmalaya, Kediri, Solo, dan Makassar. Sehingga tahun ini pertama kalinya kaum Nahdliyin akan 'mudik' ke Jombang.
(bag/van)











































