"Korban Ato (27) ditemukan sudah tewas dalam kondisi mengambang tadi pagi dan sudah dievakuasi ke wilayah Kepulauan Seribu," kata Kasat Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya Kompol Eko Guritno kepada detikcom, Kamis (30/7/2015). Tabrakan kapal itu terjadi pada Senin 27 Juli.
Eko menjelaskan penemuan jenazah itu bermula ketika kapal patroli VII-2006 yang dikomandani Aiptu Suharjono memeriksa Kapal KM Harapan Jaya III di perairan Kepulauan Seribu, antara Pulau Damar dan Pulau Air, pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal Harapan mengevakuasi 8 korban selamat dan 1 orang korban tewas. Sementara 3 korban lainnya belum ditemukan sampai siang tadi.
"KM Segimas itu ABK-nya ada 12 orang. Dari 12 itu, 8 selamat, 1 tewas dan 3 lainnya hilang. Itu kapal ikan," imbuhnya.
Berdasarkan keterangan para ABK KM Segimas yang selamat, kapal mereka pecah terbelah menjadi 3 bagian setelah tertabrak kapal tangker MT Navagoh di perairan Laut Jawa pada Senin (27/7). Kapal tangker yang datang dari arah barat laut ke selatan, mengarah Surabaya/Semarang menabrak KM Segimas yang sedang mencari cumi.
"Para ABK KM Segimas memakai life vest saat itu, dan korban tewas sendiri menurut informasi rekan-rekannya, dia tidak bisa berenang," tutupnya. (mei/aan)











































