"Ini menarik, Lulung seringkali berbeda pendapat atau menyerang Ahok. Dan ini ada proses yang membuat Lulung menjadi semakin dikenal masyarakat," terang pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Karuniana Dianta Sebayang, Kamis (30/7/2015).
Pengajar di UNJ yang akrab disapa Didi ini menyampaikan, sindiran atau serangan Lulung ini semakin bertambah ramai karena kerap ditanggapi Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian secara sederhana, dalam konteks Pilkada, jika Ahok maju sebagai calon gubernur, dan Lulung juga maju sebagai calon gubernur, Lulung bisa meraih suara yang tidak suka Ahok," tambah dia.
Didi memprediksi perang kata Ahok dan Lulung ini akan terus mewarnai perpolitikan di DKI. "Ini akan terus berlangsung hingga Pilkada, ya seperti halnya Mourinho Vs Wenger di Liga Inggris, menambah seru," tutup dia. (dra/dra)











































