Kontras: Pembatalan Rekonstruksi Munir Mencurigakan
Rabu, 23 Feb 2005 15:55 WIB
Jakarta - Pembatalan kembali pra rekonstruksi kasus meninggalnya Munir dalam perjalanan Jakarta-Belanda dinilai Kontras sangat mencurigakan dan janggal.Sebelumnya pihak kepolisian juga sudah dua kali membatalkan pra rekonstruksi kasus Munir.Sikap tersebut disampaikan Kepala Bidang Operasional Badan Pekerja Kontras Edwin Partogi dan istri Munir, Suciwati di Kantor Kontras, Jl. Borobudur, Jakarta, Rabu, (23/2/2005).Kecurigaan Kontras, kata Edwin, karena pembatalan tersebut disampaikan secara mendadak, sehingga Kontras mempertanyakan alasan pembatalan gelar pra rekonstruksi kasus ini."Pembatalan ini menimbulkan tanda tanya bagi publik dan Kontras yang telah lama menunggu kelanjutan proses penyidikan kasus ini," kata Edwin.Kontras memandang pra rekonstruksi merupakan tahapan penting untuk mendapatkan bukti akurat guna menguatkan bukti permulaan dan BAP pihak kepolisian. Tahapan ini juga penting agar kasus ini tidak berlarut-larut mengingat hingga kini tidak jelas siapa tersangkanya."Kontras curiga ada sesuatu yang janggal dibalik pembatalan rekonstruksi tersebut. Oleh karena itu, kita meminta tim pencari fakta mendesak pihak penyidik kepolisian untuk melakukan upaya paksa terhadap manajemen Garuda untuk melaksanakan pra rekonstruksi tersebut," katanya.Dijelaskan Edwin, sebenarnya pada 27 Januari 2005, tim pencari fakta telah meminta kepada polisi untuk melakukan rekonstruksi di Bandara Soekarno-Hatta dan di pesawat Garuda GA 974. Bahkan, permintaan ini diulangi kembali pada 11 Februari 2005.Pada tanggal 14 Februari, dalam raker dengan komisi III DPR RI, Direktur I Keamanan dan Trans Nasional Bareskrim Polri Brigjen Pol. Pranowo mengatakan, Garuda sudah menjanjikan rekonstruksi ulang bisa dilakukan. Namun dengan dengan alasan pesawat GA 974 masih digunakan untuk mengangkut jemaah haji, rekonstruksi belum bisa dilakukan. Pada tanggal 16 Febnruari, Pranowo juga mengatakan akan melakukan pra rekonstruksi pada tanggal 21 Februari. Namun, pada tanggal tersebut Ketua Tim Pencari Fakta Brigjen Pol. Narsudi Hanafi mengatakan, tidak jadi dilakukan rekonstruksi dan baru bisa digelar pada 22 Ferbruari 2005. Hanya saja, pada hari H Brigjen Pranowo mengatakan, rekonstruksi batal karena pihak Garuda belum siap menghadirkan semua kru yang terlibat dalam penerbangan saat mengangkut Munir.Mengenai hal ini, Suciwati mengatakan, "Kita seharusnya sudah harus memaksa untuk melakukan pra rekonstruksi itu. Ini sangat penting untuk mengsinkronkan berita acara pemeriksaan kepolisian terhadap sejumlah orang dengan hasil konstruksi nantinya."
(umi/)











































