"Bung Karno selalu berkoordinasi dengan Mbah Hasyim untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ujar Gus Ipul dalam Tahlil Akbar Bung Karno dan KH Hasyim Asy'ari di Blitar, Rabu (29/7/2015).
Dalam perjalanannya, mereka berdualah Bapak Pendiri Bangsa yang memprakarsai pemikiran Indonesia sebagai Negara Kesatuan dengan Pancasila sebagai Dasar Negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan, Tahlil ini merupakan contoh nyata pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuh mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini.
Karena siapapun bisa mengikuti Tahlil, tidak ada larangan untuk golongan orang atau suku tertentu. Tahlil bisa diikuti semua masyarakat Indonesia.
Dalam sambutan terakhirnya, Gus Ipul menitipkan pesan kepada Akhmad Basara selaku wakil dari PDI-P, agar tanggal 1 Juni ditetapkan resmi sebagai Hari Lahirnya Pancasila
Tahlil Akbar yang dihadiri 15 ribu Jamaah Nadliyin ini berlangsung lancar. Tampak beberapa pejabat hadir, diantaranya Pakde Karwo (Gubernur Jatim), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Said Agil Sirad (Ketua Umum PBNU), KH Mustofa Bisri dan Hamka Haq (Baitul Muslimin Indonesia)
Sedangkan PDIP diwakili oleh Untari dan Akmad Basara karena ketua umumnya, sementara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam tahlil yang digelar malam ini. (gik/ahy)











































