AWG Minta RI-GAM Tahan Diri
Rabu, 23 Feb 2005 15:24 WIB
Jakarta - Aceh Working Group (AWG) mendukung pertemuan tahap kedua pemerintah RI-GAM di Helsinki, Finlandia untuk menghasilkan kesepakatan bagaimana membangun kembali NAD. Selain itu, AWG menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dengan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. "Yang penting sekarang bagaimana masing-masing pihak, pemerintah dan GAM bisa menahan diri untuk pembangunan Aceh agar bisa berjalan. Harus diingat TNI adalah alat negara yang harus mengikuti kebijakan otoritas sipil," ujar Pelaksana Harian Koordinator AWG Ori Rahman di Kantor Imparsial, Jl. Diponegoro, Jakarta, Rabu (23/2/2005). Ori menilai, negosiator pemerintah telah kalah langkah. Seharusnya pemerintah membicarakan terlebih dahulu bagaimana membangun Aceh ke depan. "Jangan dulu membicarakan masalah NKRI atau merdeka," katanya.Koordinator Human Rights Rafendi Djamin menambahkan, TNI/Polri harus menunjukkan adanya keinginan untuk perdamaian. Karena itu, kata Rafendi, perlu ditawarkan kerangka untuk memformalkan gencatan senjata. "Seharusnya mereka mengirimkan usulan kongkret bagaimana seharusnya gencatan terjadi," jelasnya.
(rif/)











































