detikcom melintasi Jalan Raya Bogor yang membelah Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (29/7/2015) sore. Seperti biasa, kondisi lalu lintas di depan pasar ini macet di kedua arah.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sopir-sopir angkutan ini juga seringkali ngetem seenaknya di depan pasar. Suara nyaring klakson para pengendara pun nyaring bersahut-sahutan terdengar menciptakan polusi suara. Kondisi lalu lintas yang sudah macet pun jadi semakin macet.
Selain itu, di sepanjang Pasar Kramatjati, baik yang mengarah ke Pasar Rebo, atau sebaliknya, pedestrian, atau trotoar tempat pejalan kaki 'hilang' diserobot pedagang. Banyak pedagang kaki lima yang berdagang di sepanjang trotoar. Para pemilik toko di depan Pasar Kramatjati juga banyak yang menyerobot trotoar untuk menjajakan dagangannya. Kondisi ini juga memperparah kemacetan.
![]() |
Tak hanya itu, setiap harinya, sejak dini hari, lalu lintas di depan Pasar Kramatjati juga hanya bisa dilalui satu lajur di kedua arah. Hal ini dikarenakan para pedagang sayur mayur dan pedagang lainnya memakai separuh badan jalan untuk berdagang.
Marni (43), seorang ibu rumah tangga yang tengah berbelanja sembako di Pasarkramatjati bersama anaknya mengeluhkan trotoar yang diserobot para pedagang kaki lima dan pemilik toko. Dia mengaku takut anaknya terserempet kendaraan.
"Habis mau lewat mana, kadang kalau jalan di jalan begini ngeri takut saya apa anak saya keserempet. Harusnya ya ditertibkan biar aman," ucap Marni warga Cijantung, Jakarta Timur, ini.
Hendro (32) salah seorang pengendara yang setiap harinya melintas di depan Pasarkramatjati juga mengeluhkan macet.
"Ini angkot-angkot ngetem pada seenak jidatnya. Jalanan jadi macet. Polisi mustinya tilang-tilangin. Satpol PP juga mustinya beresin itu PKL-PKL. Bikin macet. Soalnya selepas pasar ini jalanan udah lumayan lancar," keluh karyawan swasta itu.
(hri/faj)













































