"Memangnya Dia Bareskrim? Kalau (saya) lalai berarti semua presiden lalai dong selama ini karena banyak korupsi di Indonesia," kata Ahok santai kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (29/7/2015).
"Makanya sayang saja Haji Lulung itu bukan polisi. Kalau dia bintang dua atau tiga nih, sudah aku usulin ke Pak Jokowi ganti Pak Buwas (Kabareskrim Komjen Budi Waseso)," lanjutnya sambil berkelakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, sudah seharusnya Ahok tahu persis setiap penggunaan dari satuan anggaran yang telah disusun. "Penggunaan anggaran itu kan eksekutif, kalau mekanisme pembahasan APBD itu tanggung jawab DPRD. Menyangkut kasus UPS, harusnya eksekusi terakhir dilakukan oleh unit masing-masing dan yang bertanggung jawab itu Gubernur," terang Lulung, hari ini.
"Kalau dia tidak mencegah, berarti dia melakukan pembiaran. Kalau gubernur waspada sebenarnya ini tidak mungkin terjadi. Kalau ini terjadi, berarti ada pembiaran dari gubernur," lanjut dia.
"Mestinya Ahok jadi tersangka menurut saya karena Ahok itu tidak pernah memberantas korupsi. Sebaliknya, korupsi ada di eksekutif," tambahnya. (aws/slh)











































