"Kami sepandangan bahwa kedua belah kubu, tokoh-tokoh inti sekarang harus mencoba jalan keluar. Kita gunakan Pilkada sebagai pintu masuk untuk islah lebih permanen," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).
Dua kubu di Golkar saat ini menyepakati islah sementara demi Pilkada yang dimediasi oleh Wapres Jusuf Kalla. Priyo berharap islah sementara itu bisa jadi landasan sehingga akhirnya permanen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini melelahkan karena PN Jakut kami ajukan banding, belum ke MA. MA belum tentu karena ada PK dan PK itu sampai 2 tahun. Akan ke mana Golkar? Saya termasuk sedih, makanya harus ada ikhtiar. Termauk komunikasi saya dengan Pak Novanto," ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.
Menurut Priyo, kader di daerah juga menginginkan hal yang sama. Dia meyakini Aburizal Bakrie dan Agung Laksono juga akan capek dengan konflik yang berlarut-larut.
"Saya yakin pada titik tertentu terutama pada ketua baik mas Agung Laksono dan Aburizal Bakrie, saya meyakini di titik tertentu beliau lama-lama lelah. Mudah-mudahan ada wisdom shingga diambil langkah-langkah luar biasa untuk persatuan kedua kubu," ungkapnya.
(imk/tor)











































