Cerita Siswa yang Malu Bawa Atribut yang Aneh-aneh

Cerita Siswa yang Malu Bawa Atribut yang Aneh-aneh

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Rabu, 29 Jul 2015 13:48 WIB
Cerita Siswa yang Malu Bawa Atribut yang Aneh-aneh
Foto: Aditya Fajar Indrawan
Tangerang - Sidak kepada tiga Sekolah di Tangerang, Banten, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, banyak menemukan bentuk pelanggaran pada masa orientasi peserta didik baru (MOPDB). Dia dengan tegas menstop dan melarang segala bentuk kegiatan orientasi yang mengarah ke perploncoan.

Salah satu murid baru yang sedang mengikuti kegiatan orientasi di SMKN 4 Tangerang, Aditya Ferdiansyah mengatakan selama ia dan teman-temannya mengikuti masa orientasi, mereka diwajibkan membawa barang-barang tugas yang diberikan oleh panitia. Jika mereka tidak membawa kelengkapan mereka akan menerima hukuman.

"Barang-barang yang dibawa itu tas karung goni, talinya harus tali dari sumbu kompor, pakai sepatu yang talinya diganti rafia, bawa makanan 3 T (tempe, tahu, telur dadar), terus disuruh pakai kaos kaki hitam putih. Kalau tidak bawa atau tidak lengkap, dihukum push up dan besoknya disuruh bawa double," kata Aditya, saat ditanya detikcom, Rabu (29/7/2015).

Ia menceritakan selama perjalanan berangkat sekolah dengan membawa barang-barang tersebut ia merasa malu dan tidak nyaman karena orang-orang yang melihatnya akan meledeknya. "Dibilang 'Anak pemulung, itu ngapain bawa karung mau mungutin botol yak'," ceritanya.

Atribut perploncoan diperintahkan untuk disingkirkan di SMK 1 Yuppentek Tangerang (Foto: Aditya FI/detikcom)


Sementara itu Ketua Panitia MOPDB SMK Negeri 4 Tangerang Muhamad Hafiz Fatahilah menjelaskan, pemberian tugas untuk mengenakan atribut pada siswa baru yang mereka lakukan sebenarnya tidak bertujuan untuk upaya perploncoan. Tugas-tugas yang diberikan, memiliki tujuan kreatifitas dan juga kedisiplinan pada siswa.

"Kami panitia memohon maaf jika selama masa orientasi ini siswa baru merasa diplonco. Namun jujur dari hati yang paling dalam, kami hanya ingin sama-sama saling mengenal. Membangun team work. Karena bagi kami, adik kelas adalah seperti adik kandung sendiri yang harus dibimbing," ucapnya.

Terkait hal itu, selama kunjungan sidak, Mendikbud Anies tidak henti-hentinya mengingatkan peran siswa yang tujuannya untuk belajar dan bukan dipermalukan. Untuk itu ia meminta para peserta didik baru melepas segala atribut yang ada pada dirinya.

Pelepasan atribut 'aneh' di SMK 1 Yuppentek Tangerang (Foto: Aditya FI/detikcom)


"Mereka yang tahu adanya tindakan perploncoan ini jangan diam dan mendiamkan saja, harus berani melawan untuk merubah sistem kebiasaan yang ada. Mereka ini tujuannya untuk belajar, bukan untuk dipermalukan, apalagi direndahkan derajatnya," tegas Anies.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nwk)


Berita Terkait