Kajian Ilmiah Tawuran Marak, Ahok: Mereka Tinggal di Rumah RSSSSSS

Kajian Ilmiah Tawuran Marak, Ahok: Mereka Tinggal di Rumah RSSSSSS

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 29 Jul 2015 13:30 WIB
Kajian Ilmiah Tawuran Marak, Ahok: Mereka Tinggal di Rumah RSSSSSS
Gubernur DKI Ahok (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Aksi tawuran antar warga masih saja terjadi di Ibu Kota. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) hal ini dikarenakan masih banyak warga yang tinggal di kawasan kumuh dengan kondisi rumah jauh dari kata layak.

Sehingga tidak jarang memacu stres dan berujung mudah terpancing emosi sampai pecah tawuran.

"Itu tuh terjadi di kawasan kumuh seringnya. Soalnya itu kan mereka tinggalnya di RSSSSSS kan, Rumah Sangat Sangat Sederhana Sampai Susah Senggama. Akibatnya emak bapaknya kalau mau berhubungan intim, nyuruh anaknya keluar jangan pulang dulu. Ya berantem di luar. Itu hasil kajian loh," terang Ahok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dikemukakannya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/7/2015). Dia menilai kurangnya jumlah kamar dan terbatasnya privasi di rumah menyebabkan anak-anak seringkali nongkrong di jalan dan saling mengganngu satu sama lain.

"Kalau ada 2 kamar, kalau nggak ada kamar emak bapaknya bilang 'Kamu jangan pulang dulu'," sambungnya.

Tak ayal, pihaknya pun berencana membangun rumah susun terpadu untuk warga yang tinggal di kawasan kumuh. Namun dia belum mengatakannya lebih men-detail.

"Itu tuh terjadi di kawasan kumuh seringnya. Makanya kita ingin bangun rusun sederhana 18-20 meter persegi. Minimal 32-36 meter persegi," tutup Ahok. (aws/gah)


Berita Terkait