Pansel Telaah Hasil Profile Assesment Capim KPK, Integritas Jadi Prioritas

Pansel Telaah Hasil Profile Assesment Capim KPK, Integritas Jadi Prioritas

Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 29 Jul 2015 12:43 WIB
Pansel Telaah Hasil Profile Assesment Capim KPK, Integritas Jadi Prioritas
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2015 baru saja melaksanakan profile asessment bagi 48 Calon Pimpinan KPK 2015-2019 pada tanggal 27-28 Juli 2015. Untuk selanjutnya, pansel menelaah hasil profile assesment tersebut.

Jubir Pansel Betti Alisjahbana mengatakan, profile assesment merupakan serangkaian tes yang sangat lengkap dan menyeluruh. Tes itu ditujukan untuk mengukur potensi dan kompetensi para calon pimpinan KPK.

"Untuk simulasi kompetensi, kami melibatkan 8 asesor Hukum, 8 asesor Bidang SDM & Organisasi, dan 16 psikolog senior," ujar Betti di Jakarta, Rabu (29/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kata Betti, hasil profile assessment sedang diolah dan akan dipresentasikan kepada Pansel KPK pada tanggal 5 Agustus. Selanjutnya Pansel akan mengadakan beberapa rapat pleno untuk menganalisa, mendiskusikan dan memutuskan calon pimpinan KPK yang akan lolos ke tahap selanjutnya.

Tanggapan masyarakat serta hasil penelusuran rekam jejak akan menjadi pertimbangan juga di dalam menentukan calon pimpinan yang lolos ketahap selanjutnya, yang rencananya akan diumumkan pada tanggal 12 Agusts 2015. Mereka yang lolos ke tahap selanjutnya akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara akhir yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-27 Agustus 2015. Pada tanggal 31 Agustus, rencananya Pansel KPK akan menyampaikan laporan kepada Presiden.

Integritas dan rekam jejak calon pimpinan KPK adalah bagian yang sangat penting di dalam menentukan calon pimpinan KPK yang lolos seleksi.

"Untuk itu Pansel KPK telah menjalin kerja sama penelusuran rekam jejak dengan KPK, Kepolisian, Kejaksaan, BIN, PPATK, Kementrian Keuangan dan Koalisi Masyarakat Sipil. Seluruh 48 Calon Pimpinan KPK telah menandatangani surat kesediaan untuk ditelusuri rekam jejaknya, termasuk transaksi keuangannya  dan ketaatan didalam membayar pajak," kata Betti. (dha/faj)


Berita Terkait