Amien Lepas Kepergian Kunto

Amien Lepas Kepergian Kunto

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2005 14:55 WIB
Yogyakarta - Mantan Ketua MPR Prof Dr HM Amien Rais melepas kepergian budayawan, sejarahwan dan cendekiawan Prof Dr H Kuntowijoyo menuju peristirahatan terakhir di makam keluarga UGM Sawitsari Condongcatur Depok Sleman. Bagi Amien, Kunto menyimpan banyak keteladanan. "Kehidupan almarhum penuh keteladaan, seorang yang arif, bijaksana dan saleh sehingga dicintai oleh banyak orang," kata Amien Rais saat menyampaikan pidato melepas kepergian Kuntowijoyo di rumah duka, Jl. Ampelgading 429 Condongcatur Depok Sleman, Rabu (23/2/2005) pukul 12.30 WIB.Menurut Amien, Kunto adalah seorang kepala keluarga yang berhasil membangun keluarga sakinah. Ketika mengajar dikampus pun, Kunto juga dicintai oleh mahasiswa dan sesama dosen karena kepandaiannya. Saat menjadi pengurus Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah sejak tahun 1990, pemikiran-pemikirannya sangatlah cemerlang."Dia adalah seorang pemikir yang menguasai ilmu sejarah, sosiologi, budaya dan sastra sehingga karya-karyanya pun banyak dipuji orang," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah itu.Sementara itu, budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) mewakili budayawan mengungkapkan selama berkenalan dan berkawan akrab selama 35 tahun dengan Kuntowijoyo, sebagai seorang sastrawan dan budayawan, dia adalah seorang intelektual yang jujur, obyektif dan cemerlang. "Pak Kunto tidak pernah mati, karena itu dia tidak bisa digantikan siapa pun. Namun kita juga tidak boleh kehilangan dia," kata cak Nun.Cak Nun mengatakan, Kunto itu hidup dengan penuh kearifan, tidak pernah marah, tidak pernah punya hati jahat dengan siapa pun. "Dia itu cocok menjadi malaikat, tidak pernah punya ambisi, tidak pernah berbuat dosa dan maksiat. Tekun memikir dan orang yang luar biasa," katanya.Dia juga mendoakan agar dua orang anaknya yakni Punang Amaripuja dan Alun Pradipta dibukakan oleh Allah, sehingga mampu menjadi penerus Kuntowijoyo. "Alunlah yang diamanati dan menyaksikan detik-detik terakhir Pak Kunto pergi menuju alam baka yang penuh cahaya terang," katanya.Sementara itu, kakak alamarhum, Yudho Paripurna mewakili keluarga mengatakan, keluarga besar Kuntowijoyo meminta maaf sebesar-besarnya bila almarhum semasa hidupnya mempunyai kesalahan. Turut melepas kepergian almarhum dari rumah duka menuju pemakaman adalah istri Kunto, Ny Susilangsih, bersama dua anaknya Punang Amaripuja dan Alun Pradipta bersama ibu almarhum Ny Hj Warasti Sosromartoyo.Dari rumah duka, sebelum dimakamkan di Sawitsari, jenazah sempat disemayamkan di Balairung UGM untuk diberikan penghormatan terakhir oleh keluarga besar UGM yang dipimpin Rektor Prof Dr Sofian Effendi. Turut hadir pula di antaranya Ketua Majelis Guru besar UGM Prof Dr Ir Boma Wikantyoso MSc, Rektor UNY Prof Suyanto PhD, mantan Mektor UMY Prof Dr H Ahmad Mursyidi, Ketua Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) Dr Chairil Anwar, dan lain-lain. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads