Transaksi Non Tunai di Jakbook Edu Fair yang Terkendala Listrik

Transaksi Non Tunai di Jakbook Edu Fair yang Terkendala Listrik

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 19:32 WIB
Transaksi Non Tunai di Jakbook Edu Fair yang Terkendala Listrik
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Arena Jakbook dan Edu Fair 2015 berbeda dengan tahun sebelumnya. Ajang tahun ini dipenuhi oleh para penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang ingin membeli peralatan sekolah lewat transaksi non tunai.

Coporate Secretary Bank DKI Zulfarshah mengatakan, sosialisasi transaksi non tunai untuk penerima KJP di pameran tersebut sudah disosialisasikan sejak lama ke sekolah-sekolah. Walau masih ada beberapa pengunjung yang kebingungan, namun diklaim transaksinya lancar. Selain penerima KJP, para pengunjung umum bisa menggunakan Jakcard untuk bertransaksi di lokasi.

"Perlu kami sampaikan hari pertama transaksi non tunai Bank DKI di acara Jakbook & Edu Fair mencapai 12.454 orang dengan nominal uang kurang lebih Rp 1,5 miliar artinya pengunjung dilayani dengan baik, kami sudah sosialiasi kepada penerima kartu KJP melalui sekolah langsung," ujar Zulfarshah usai jumpa pers di lokasi pameran, Selasa (28/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulfarshah memastikan selama pameran Jakbook & Edu Fair hanya diperkenankan transaksi non tunai. Hal ini merupakan upaya Bank DKI dalam melakukan sosialiasi gerakan non tunai.

"Kita juga menyiapkan 2 mobil yang dapat dimanfaatkan warga untuk membuka rekening, tarik tunai dan berbagai layanan transaksi lainnya. Selain itu menyiapkan 4 ATM sekitar lokasi berlangsung Jakbook & Edu Fair," paparnya.

Zulfarshah mengatakan kalaupun masih ada pemegang KJP yang bingung transaksi non tunai dianggap wajar. Oleh karena itu pihaknya tidak bosan-bosan untuk terus melakukan sosialiasi.

"Karena kemarin waktu saya datang langsung kesana ada penerima KJP yang datang membawa buku rekening sementara kartu ATMnya ditinggal, padahal maksud kalau lupa pin ATM-nya kita bisa membantu reset pin di stand Bank DKI yang ada. Sampai-sampai kemarin kita menemukan pita pemindai di kartu ATM digosok oleh mereka karena dikira voucher," paparnya.

Menurutnya, ke depan sosialiasi gerakan transaksi non tunai harus ditingkatkan. Termasuk juga mencegah persoalan antrean yang panjang.

"Permasalahannya karena listrik yang naik turun kemarin saya sudah periksa di sistem kita tidak ada masalah. Hanya karena listriknya yang memakai genset membuat mesin EDC selalu melakukan reset alhasil antrean menjadi panjang," tandasnya. (mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads